Heynckes Jengkel Terhadap Guardiola  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckes. REUTERS/Michaela Rehle

    Pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckes. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Muenchen - Manajer Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, mengungkapkan kejengkelannya terhadap Pep Guardiola yang akan menggantikannya di Allianz Arena pada musim depan. Hal ini terkait dengan pertandingan semifinal Liga Champions. Saat itu, Rabu dinihari, 24 April 2013 dinihari, tim asuhannya akan menghadapi Barcelona.

    Guardiola belum menanggapi kejengkelan Heynckes. Heynckes menganggap, meskipun musim depan Guardiola resmi melatih Bayern, tetapi untuk laga semifinal ini dia masih membela Barcelona. Hal senada diungkapkan oleh pemain gelandang klub Blaugrana, Xavi Hernandez, "Guardiola adalah penggemar Barcelona. Saya yakin dia ingin Barcelona menang," kata Hernandez.

    Asisten Manajer Barcelona, Jordi Roura, memutar matanya ketika ditanya apakah ia akan berbicara dan meminta saran dengan mantan manajer Blaugrana itu. “Tidak..tidak! Saya tidak akan menghubungi dia (Guardiola). Ini tidak masuk akal.”

    Seperti diberitakan sebelumnya, Guardiola diminta untuk diam soal pertandingan semifinal antara Barca dan Bayern. Akan tetapi, seorang wartawan Jerman meminta agar Heynckes meminta saran kepada Guardiola untuk pertandingan semifinal nanti. Inilah yang membuat Heynckes keki. "Ini sangat tidak sopan. Aku mengetahui Barcelona seperti yang aku lakukan pada Bayern," ujar Heynckes.

    THE GUARDIAN | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Caleg Ujian Nasional Bom Boston Lion Air Jatuh Preman Yogya

    Berita Lainnya:
    Mourinho Diusir, Presiden Madrid Serukan Persatuan
    Van Persie: Saya Telah Menunggu Lama Gelar Ini
    Timnas Belanda Antusias Tampil di Jakarta
    Wenger Minta Suporter Arsenal Hormati Van Persie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.