Arbeloa: Mourinho Sudah Mati-matian untuk Madrid!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit Gianluca Rocchi memberikan kartu merah kepada pemain Real Madrid Alvaro Arbeloa (tengah) setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Manchester City Sergio Aguero dalam pertandingan di Manchester, Inggris, (22/11). AP/Jon Super

    Wasit Gianluca Rocchi memberikan kartu merah kepada pemain Real Madrid Alvaro Arbeloa (tengah) setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Manchester City Sergio Aguero dalam pertandingan di Manchester, Inggris, (22/11). AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Madrid - Bek kanan Real Madrid asal Spanyol Alvaro Arbeloa mengklaim sejumlah pemain El Real telah begitu egois sepanjang musim 2012/13. Banyak di antara punggawa Los Blancos hanya menempatkan kepentingan pribadi dan menimpakan semua tanggungjawab kepada pelatih mereka, Jose Mourinho.

    "Banyak dari kita telah khawatir agar tidak dikritik di media massa dan mencoba menunjukkan diri dengan cahaya yang baik, hanya berbicara ketika itu merupakan kepentingan kami sendiri. Ruang ganti memang sangat sehat tapi kita kurang pengalaman untuk menghadapi situasi sulit," kata Arbeloa seperti dikutip Marca, Minggu, 2 Juni 2013.

    "Ini adalah klub yang sangat sulit ketika beberapa hal tidak berjalan dengan cara Anda," tambah Arbeloa. "Kita harus belajar dari hal ini di tahun depan. Kita semua harus bekerja sama di bawah pelatih baru dan tidak akan terpengaruh oleh pengaruh luar."

    Arbeloa percaya bahwa Mourinho telah melakukan segalanya bagi Real Madrid. Bahkan bek kanan tim nasional Spanyol tersebut menjamin kalau Mourinho sudah menempatkan kepentingan klub di atas kepentingan dirinya sendiri.

    "Dia telah berjuang mati-matian untuk klub ini dan harus menahannya seorang sendiri. Dia selalu menempatkan Real Madrid sebelum dirinya sendiri," ujar Arbeloa. "Kontroversi ini sering terjadi untuk menodai citranya, dan saya tidak tahu apakah semua orang di klub, termasuk beberapa pemain bisa mengatakan hal yang sama. Diriku juga termasuk. Saya selalu melihat diriku sendiri pertama kali dan menginginkan segala hal berjalan baik buatku dan kemudian baru buat klub. Banyak orang lain seperti saya."

    Arbelola hanya menyayangkan kenapa mereka tidak bisa memenangkan apa yang mereka inginkan. Padahal Mourinho sudah memenangkan segalanya di tempat berbeda.

    "Sayang kami belum memenangkan lebih banyak trofi. Mourinho telah memenangkan banyak hal di mana pun dia berada, itu aneh bahwa mungkin skuad terbaik setidaknya hanya sekali memenangkan gelar," ujar Arbeloa.

    "Terimakasih banyak untuk segalanya. Saya berharap yang terbaik buat Anda. Sampa jumpa teman-temanku," kata pesan di sebuah foto yang memampang potret Arbeloa bersama staf pelatih Mourinho di kamp pelatihan Valdebebas, seperti dikutip AS, Minggu, 2 Juni 2013.

    Sabtu malam kemarin, 1 Juni 2013, Alvaro Arbeloa turun mengawal pertahanan Madrid bagian kanan kala melawan Osasuna di laga terakhir La Liga. Sepanjang musim ini Arbeloa jarang bermain setelah banyak digempur cedera. Total, pemain berusia 30 tahun tersebut hanya tampil 33 kali di La Liga dan Liga Champions dan mengoleksi 2 assist.

    AS | MARCA | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Van Persie cs Datang dengan Pesawat Carteran

    Nilai Merek Bayern Muenchen Termahal di Dunia

    Hanya Ultras yang Beri Salam Perpisahan Buat Mou
    Everton Tentukan Manajer Minggu Depan
    Menang 4-1, Barcelona Samai Rekor 100 Poin Madrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.