Pelita Tahan Imbang Arema 1-1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persiram Raja Ampat, Kubay Q berebut bola dengan pemain Pelita Bandung Raya, Rendi dalam laga Indonesia Super League 2013 di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. (17/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pemain Persiram Raja Ampat, Kubay Q berebut bola dengan pemain Pelita Bandung Raya, Rendi dalam laga Indonesia Super League 2013 di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. (17/5). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Pelita Bandung Raya menahan imbang Arema Cronous 1-1 dalam laga lanjutan kompetsi sepak bola Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, kemarin. Gol Pelita dilesakkan gelandang Marwan Sayedeh, sedangkan gol Arema dicetak gelandang Dedi Kusnandar.

    Pelita unggul lebih dulu pada menit ke-23. Gol tuan ini bermula dari tembakan striker Sekou Camara ke gawang Arema. Bola tersebut berhasil dibendung pemain bertahan Arema. Bola yang memantul liar ke ruang kosong, dikejar Marwan dan diceploskan ke gawang Arema.

    Keunggulan Pelita1-0 tak bertahan lama, karena hanya satu menit kemudian Arema menyamakan kedudukan. Dedi Kusnandar berhasil memanfaatkan bola liar dari kemelut di depan gawang Pelita yang memantul ke arah dia. Tanpa perlu waktu panjang, Dedi melepaskan tembakan keras ke gawang Pelita Bandung Raya dan gagal ditangkap kiper Edi Kurnia. Kedudukan berubah imbang 1-1 dan bertahan hingga laga usai.

    Pelatih Pelita Bandung Raya, Daniel Darko Janackovic, mengaku senang meski anak-anak asuhannya hanya mampu meraup hasil seri. "Saya senang terutama karena kami bisa menahan dan menyulitkan Arema Cronous, tim besar dan kuat. Anak-anak sudah tampil maksimal," kata dia seusai laga.

    Sebaliknya pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan, mengaku tak puas dengan penampilan dan hasil yang diperoleh Christian Gonzales dan kawan-kawan. Arema, kata dia, tampil sangat lamban dan lebih sering direpotgkan serangan balik tim tuan rumah.

    "Jujur saja, kami sedikit kesulitan dengan blok pertahanan Pelita dengan menempatkan sampai 6 orang di lini pertahanan mereka. Kondisi ini masih ditambah lagi serangan kami tidak variatif, kurang gerakan tanpa bola," kata Rahmad. Hal itu, kata dia, terutama tampak jelas di babak kedua.

    Rahmad mengakui serangan Arema kali ini sangat monoton dan mudah diantisipasi para pemain belakang Pelita Bandung Raya. "Serangan kami sangat mudah dibaca lawan dan para pemain mudah kehilangan bola. Peluang kami untguk mencetak gol hari ini sangat sedikit," jelas Rahmad dalam nada kecewa.

    ERICK P. HARDI

    Terhangat:EDSUS HUT Jakarta | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah


    Baca juga:


    Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok
    Habis 'PRJ Monas', Tercecerlah Sampah 

    Ahok Akuisisi PPD untuk Hilangkan Sistem Setoran

    BBM Naik, Polisi Bersenjata Lengkap Jaga SPBU

    Ini Keluhan Warga Atas Layanan KJS ala Jokowi  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.