Bayern Muenchen Subsidi Pendukungnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bayern Muenchen merayakan kemenangan di Liga Champions setelah mengalahkan Dortmund 2-1 di stadion  Wembley, (25/5). Final Liga Champions musim ini diwarnai pertarungan dua klub dari Jerman. REUTERS/Michael Dalder

    Pemain Bayern Muenchen merayakan kemenangan di Liga Champions setelah mengalahkan Dortmund 2-1 di stadion Wembley, (25/5). Final Liga Champions musim ini diwarnai pertarungan dua klub dari Jerman. REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Munich - Beginilah seharusnya klub memperlakukan para pendukungnya. Bayern Muenchen--juara bertahan Liga Champions--memberikan potongan harga tiket untuk pendukungnya yang akan datang ke Stadion Emirates melawan Arsenal saat bertanding pada babak 16 Besar Liga Champions, 19 Februari mendatang.

    Nantinya, para pendukung Die Roten itu cukup membayar tiket seharga 37 pound atau sekitar Rp 738 ribu dari harga semula mencapai 62 pound atau Rp 1,2 juta. Sisa harga tiket itulah yang ditanggung oleh Bayern.

    Klub raksasa Jerman ini menyadari harga tiket yang mahal itu akan membuat dompet pendukungnya terkuras. Untuk itu, mereka pun menyediakan uang sebanyak 90 ribu euro atau Rp 1,4 miliar untuk memberikan subsidi kepada para pendukungnya. Dalam pertandingan away itu, Bayern mendapatkan jatah sebanyak 2.974 lembar tiket.

    "Mereka, para pendukung Bayern, tidak hanya menonton pertandingan home, tapi juga away. Loyalitas luar biasa ini tentu akan membuat dompet mereka terkuras,” demikian pernyataan klub ini.

    Keputusan memberikan subsidi harga tiket ini merupakan bentuk terima kasih dari klub kepada para penggemar yang telah mati-matian memberikan dukungan dalam setahun terakhir. Hasilnya, memang cihui. Bayern merebut seluruh turnamen yang diikutinya, mulai dari Piala Jerman, juara Liga, dan juara Liga Champions. 

    WATP|IRFAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.