Tanpa Ronaldo, Portugal Mandul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Portugal, Andre Almeida berebut bola dengan pemain Yunani Dimitris Salpingidis (kiri) dalam pertandingan persahabatan di Lisbon, (31/5). REUTERS/Rafael Marchante

    Pemain Portugal, Andre Almeida berebut bola dengan pemain Yunani Dimitris Salpingidis (kiri) dalam pertandingan persahabatan di Lisbon, (31/5). REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Portugal menunjukkan betapa tumpulnya serangan mereka tanpa Cristiano Ronaldo. Pemain terbaik dunia itu absen akibat cedera paha saat negaranya menjamu Yunani dalam pertandingan persahabatan yang berkesudahan 0-0, Ahad, 1 Juni 2014.

    "Kami harus bersiap tampil tanpa pemain inti," ujar Paulo Bento, pelatih Portugal, seusai laga yang berlangsung di Stadion Nasional, Lisbon, tersebut. Ronaldo bukanlah satu-satunya bintang yang absen. Bento menyimpan bek tengah andalan mereka, Pepe, dan gelandang, Raul Meireles, juga dengan alasan kesehatan.

    Tapi tentu saja Ronaldo menjadi kehilangan terbesar Portugal. Bukan sekadar penyandang ban kapten, penyerang sayap itu merupakan pemegang rekor gol Portugal: 49 gol dalam 110 pertandingan.

    Di playoff menuju Piala Dunia, November lalu, dia memborong empat gol dalam dua pertandingan melawan Swedia. Pertandingan melawan Yunani merupakan kali kedua Ronaldo absen membela Portugal dalam setahun. September lalu, Seleccao keok 3-1 oleh Brasil tanpa kehadiran penyerang Real Madrid tersebut.

    Pelatih Paulo Bento harus memutar otak dan formasi untuk mengantisipasi hilangnya bintang mereka. Kemarin, dia merombak pakem 4-3-3--dengan Ronaldo biasa beroperasi di sayap kiri--jadi 4-4-2. Posisi kiri penyerangan diisi Silvestre Varela, pemain 29 tahun dengan 29 cap.

    Namun ramuan Bento kurang jos. Serangan Portugal bertumpu pada Nani di sayap kanan. Pemain cadangan Manchester United itu berulang kali melewati bek Yunani--yang mengandalkan taktik bertahan--dan mengirim umpan matang ke depan gawang. Sayang, tidak satu pun peluang diselesaikan duet penyerang Eder dan Helder Postiga. Ronaldo, 29 tahun, menonton dari tepi lapangan bersama Meireles dan Pepe. Mereka berulang kali meringis saban rekan-rekannya membuang peluang mencetak gol.

    "Kami pantas unggul sejak babak pertama," kata Bento, 44 tahun. Mantan gelandang tim nasional Portugal itu menilai pasukannya hanya mampu menguasai bola. "Kami gagal menang karena tidak bermain efisien."

    Bento hanya memiliki waktu sepekan untuk membenahi pekerjaan rumahnya. Dia akan memimpin pasukannya dalam dua laga lagi, yaitu menghadapi Meksiko pada 6 Juni dan Irlandia, 10 Juni, di Amerika Serikat, sebelum bertolak ke Brasil untuk bertarung di Piala Dunia. Belum ada kepastian soal kebugaran Ronaldo untuk pertandingan pemanasan tersebut.

    Portugal akan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Jerman--kandidat juara ketiga setelah Brasil dan Argentina versi pasar taruhan--16 Juni nanti di Salvador. Mereka tergabung dengan Amerika Serikat dan Ghana di Grup G.

    "Portugal dan kami akan hadir di Piala Dunia dengan kondisi yang berbeda," ujar Fernando Santos, pelatih Yunani, yang kemarin juga kehilangan sejumlah pemain inti karena cedera. Tim dengan warna kebesaran putih-biru itu masuk Grup C bersama Kolombia, Pantai Gading, dan Jepang.

    GOAL | SKY SPORTS | REUTERS | REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.