Korea Ingin Jatah Asia di Piala Dunia Ditambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafik Halliche (kiri ) dan Carl Medjani (kanan) coba merebut bola dari pemain Korea Selatan, Son Heung-min, saat laga piala dunia di Brazil, 23 Juni 2014. REUTERS/Edgard Garrido

    Rafik Halliche (kiri ) dan Carl Medjani (kanan) coba merebut bola dari pemain Korea Selatan, Son Heung-min, saat laga piala dunia di Brazil, 23 Juni 2014. REUTERS/Edgard Garrido

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Persatuan Sepak Bola Korea Selatan, Chung Mong Gyu, ingin jatah negara-negara Asia ditambah di putaran final Piala Dunia. Menurut dia, semakin berkembangnya sepak bola di Asia bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk mewujudkan hal itu.

    "Secara geografis Asia sangat besar, begitu juga dengan jumlah penduduknya," kata Mong Gyu di Jakarta, Senin, 25 Agustus 2014. Ia mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan para pengurus PSSI di sekretariat PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Jatah empat negara Asia di putaran final Piala Dunia, menurut Mong Gyu, masih kurang.

    Ia berharap Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mempertimbangkan untuk menambah dua tiket lagi. Peluang menambah jatah di Piala Dunia itu, kata Mong Gyu, kemungkinan besar terbuka jika ada negara Asia lainnya yang duduk di FIFA.

    Saat ini, Asia hanya mempunyai jatah empat negara di putaran final Piala Dunia. Di Piala Dunia 2014 Brasil, keempat negara Asia yang lolos ialah Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Korea Selatan sudah delapan kali tampil di Piala Dunia dan sekali menjadi tuan rumah bersama dengan Jepang. (Baca Juga: Titik Nadir Asia di Piala Dunia)

    Kedatangan Mong Gyu ke Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan PSSI. Mong Gyu mengatakan Indonesia dan Korea Selatan telah sepakat bekerja sama dalam membina pemain usia dini. Korea akan memberikan pelatihan bagi pelatih Indonesia. "Kami akan mengirim sejumlah pelatih ke Indonesia untuk memberi pelatihan," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN

    TERPOPULER
    Istri Wakil Wali Kota Antre Bensin Eceran di Tegal
    Tim Jokowi-JK Susun Tiga Opsi Kabinet
    Pengganti Busyro, KPK Setuju Nama Ini
    Angel Di Maria Segera Berseragam MU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.