Arema Raih Kemenangan Kedua di Piala Jenderal Sudirman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Aremania saat seremoni pembukaan gelaran turnamen sepak bola Piala Jenderal Sudirman 2015 di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 10 November 2015. Pertemuan dua tim asal Jawa Timur, Arema Cronus dan Persegres Gresik United bakal menjadi pertandingan pembuka. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Aksi Aremania saat seremoni pembukaan gelaran turnamen sepak bola Piala Jenderal Sudirman 2015 di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 10 November 2015. Pertemuan dua tim asal Jawa Timur, Arema Cronus dan Persegres Gresik United bakal menjadi pertandingan pembuka. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Arema Cronus Indonesia Malang meraih kemenangan kedua di ajang Piala Jenderal Sudirman setelah menekuk Persipasi Bandung Raya (PBR) dengan skor 4-2 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin malam, 16 November 2015.

    Empat gol Arema yang bersarang ke gawang PBR yang dikawal Aditya Harlan itu masing-masing dilesakkan oleh Kiko Insa pada menit ke-25, Cristian Gonzales pada menit ke-27 dan 68, serta Sunarto pada menit ke-70.

    Sedangkan dua gol PBR yang mampu menjebol gawang Arema yang dikawal I Made Kadek Wardana masing-masing dipersembahkan oleh Gaston Castano pada menit ke-2 dan Kim Jeffry Kurniawan pada menit ke-92 (injury time) melalui titik penalti.

    Sejak wasit Adi Riyanto meniup peluit tanda kick off babak pertama dimulai, PBR langsung menggebrak dan melakukan serangan secara intensif. Serangan yang bertubi-tubi itu langsung menghasilkan gol cepat pada menit ke-2 dari kaki Gaston Castano yang tak mampu diatisipasi penjaga gawang Arema I Made Kadek Wardana.

    Tertinggal 0-1 membuat anak asuh Joko Susilo itu mulai waspada. Hanya saja, jantung pertahanan Arema yang rapuh dengan mudah ditembus oleh para pemain PBR dan melahirkan sejumlah peluang emas yang membahayakan gawang Arema.

    Tak ingin berlama-lama membuka peluang bagi kubu lawan, pelatih Arema Joko Susilo langsung mengganti dua pemain mudanya (U-21) yang diposisikan sebagai belakang, yakni Junda Irawan dan Dio Permana dengan pemain yang lebih berpengalaman, yakni Ahmad Alfarizie dan A.J Mossi.

    Pergantian pemain yang dilakukan Joko Susilo membuahkan hasil. Pada menit ke-25 Arema mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala Kiko Insa. Dua menit kemudian (27), Arema menggandakan keunggulannya melalui kaki Cristian Gonzales dan skor pun berubah menjadi 2-1 hingga 45 menit babak pertama usai.

    Memasuki 45 menit babak kedua, baik Arema maupun PBR tak menyurutkan serangannya, bahkan tensi permainan sedikit meningkat. Pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi dan wasit pun tak segan-segan mengeluarkan kartu kuning, baik bagi pemain Arema maupun PBR.

    Ada enam kartu kuning yang dikeluarkan wasit Adi Riyanto selama 90 menit pertandingan, yakni untuk Juan Revi, Hasyim Kipuw dan Cristian Gonzales (Arema), serta untuk Ghozali Siregar, IbrahimConteh, dan Aditya Harlan (PBR).

    Pertahanan Arema yang rapuh pada menit-menit awal babak pertama menjadi lebih kokoh setelah masuknya Alfarizie dan A. J Mossi. Mereka perlahan mulai mampu mengatur dan menguasai permainan. Lebih lagi, Sunarto, yang masuk menggantikan Samsul Arif, mampu memberikan warna serangan Arema.

    Pada menit ke-68, Arema kembali menggandakan keunggulannya menjadi 3-1 melalui kaki Cristian Gonzales yang mengeksekusi bola mati dari titik penalti. Gonzales dengan sempurna mengeksekusi bola mati tersebut dan membuat kiper PBR Aditya Harlan mati langkah.

    Dua menit berselang (70), Sunarto kembali menambah pundi-pundi gol Arema setelah dengan mudah melesakkan bola ke gawang PBR yang ditinggal Aditya Harlan keluar dari sarangnya. Namun, kemenangan 4-1 itu harus buyar setelah wasit menunjuk titik putih karena Hendro Siswanto melakukan pelanggaran terhadap pemain PBR, David Lali menjelang berakhirnya pertandingan.

    Kim Jefry Kurniawan yang ditunjuk sebagai eksekutor dengan mudah mengecoh I Made Kadek Wardana dan skor berubah menjadi 4-2 pada menit ke-92 (injury time). Bersamaan dengan itu, wasit Adi Riyanto meniup peluit panjangnya tanda pertandingan berakhir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.