Kalah Dua Kali, Persela Tanding Hidup Mati Lawan PS TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain sepakbola Persib Bandung Dedi Kusnandar (kanan) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan Faris Aditama (kiri) saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 15 November 2015. Persib tekuk Persela dengan skor akhir 3-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain sepakbola Persib Bandung Dedi Kusnandar (kanan) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan Faris Aditama (kiri) saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 15 November 2015. Persib tekuk Persela dengan skor akhir 3-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Lamongan - Persela Lamongan menghadapi pertandingan hidup mati melawan PS TNI pada laga lanjutan penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman yang akan digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 24 November 2015.

    Setelah dua kalu menelan kekalahan, Laskar Joko Tingkir harus menang melawan PS TNI untuk bisa menjaga peluang lolos ke babak delapan besar. "Jika besok kami menang, tentu masih ada harapan," ujar Media Officer Persela Lamongan, Arif Bachtiar, saat dihubungi, Senin, 23 November 2015.

    Pada laga pertama, Persela kalah 2-3 melawan Persib Bandung. Laga berikutnya, mereka kalah 1-2 saat mengahadapi Pusamania Borneo FC. Dua kekalahan itu membuat tim berkostum biru tua ini belum mendapat satu poin pun. Posisinya di juru kunci.

    Saat ini tim pelatih yang dikepalai Didik Lukito harus memutar otak menyiapkan strategi untuk bisa menaklukkan PS TNI. Menurut Arif, Persela masih berpeluang lolos jika timnya mampu menaklukkan PS TNI.

    Posisi puncak klasemen Group C saat ini masih dipegang PS TNI dengan 5 poin. Di posisi kedua ditempati Pusamania Borneo dengan 4 poin. Untuk peringkat ke-3 dan ke-4, berurutan ditempati Persib dan Surabaya United dengan perolehan poin sama 3 poin.

    Menjelang laga, Arif mengatakan, skuad Persela berlatih keras baik fiski maupun teknik bermain bola. Selain itu, tim pelatih juga melakukan beberapa perbaikan berdasarkan hasil evaluasi dua laga sebelumnya.

    Di sektor tengah, kata Arif, misalnya. Penyerang Emile Mbamba dan Dendi Sulistiawan kurang banyak mendapat suplai bola dari lini tengah karena kurangnya koordinasi antarpemain, seperti Dzikri Afdholi, Lucky Wahyu, Jusmadi dan Zaenal Arifin. “Mungkin karena Mbamba baru satu kali main,” kata dia.

    Di sektor pertahanan, Arif mengatakan timnya akan lebih disiplin lagi saat menghadapi PS TNI. Apalagi tim itu diperkuat beberapa mantan pemain Timnas U-19 yang memiliki kecepatan dan fisik prima.

    Kiper Choirul Huda dipercaya untuk langsung memberikan komandonya pada empat pemain bek yang ditugasi menjaga benteng pertahanan Persela.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.