Persela Ogah Main Mata Lawan Surabaya United  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PS TNI,  Erwin Ramdani (kanan) di bayangi sejumlah pemain Persela Lamongan saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 24 November 2015. PS TNI berhasil lolos ke perdelapan final. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain PS TNI, Erwin Ramdani (kanan) di bayangi sejumlah pemain Persela Lamongan saat pertandingan babak penyisihan grup C Piala Jendral Sudirman di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 24 November 2015. PS TNI berhasil lolos ke perdelapan final. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COLamongan - Persela Lamongan tak mau main mata saat menghadapi Surabaya United pada laga akhir babak penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat, 27 November 2015. Meski sudah dipastikan tersingkir, Laskar Joko Tingkir bertekad mengalahkan tim tuan rumah.

    "Tidak ada rumus main mata. Kami wajib menang," ujar Media Officer Persela Arif Bachtiar kepada Tempo, Jumat, 27 November 2015.

    Bagi punggawa Persela, kata Arif, tabu untuk kalah jika bermain melawan tim-tim Surabaya. Karena itu, ia menambahkan, timnya akan menerapkan strategi dan semangat saat menghadapi Surabaya United. “Sekali lagi kami harus menang,” katanya.

    Saat menghadapi Surabaya United, semua pemain Persela—kecuali gelandang serang Zaenal Arifin yang terkena akumulasi kartu—siap dimainkan. 

    Pelatih Didik Ludianto, kata Arif, kemungkinan besar akan cenderung bermain bertahan. Ia bakal memasang empat pemainnya, yaitu Kristian Ademund, Zaenal Haq, Edy Gunawan, dan Taufik Kasrun, untuk menjaga lini pertahanan. Pada posisi penjaga gawang, kiper senior Choirul Huda kembali diandalkan. 

    Dua penyerang Persela, Emile Mbamba dan Dendi Sulistiawan, akan bermain taktis agar bisa menjebol gawang tuan rumah yang dijaga Thomas Rian.

    Trio serang Surabaya United, yang terdiri atas Evan Dimas Darmono, Ilhamudin, dan Pedro Javier, akan diawasi pergerakannya. Tim pelatih menginstruksikan untuk menutup tiga pemain itu dengan sistem blok, satu lawan satu. "Kami tidak mau toleransi," tutur Arif.

    Pelatih Persela, Didik Ludianto, telah menyiapkan strategi menghadapi Surabaya United. Bagi dia, pantang kalah melawan tim yang bermarkas di Surabaya. “Karena ini gengsi Lamongan,” ucapnya kepada Tempo, Kamis, 26 November 2015.

    Didik menyebutkan antara Surabaya dan Lamongan punya sejarah panjang soal persaingan. Dua kota itu juga kerap memunculkan fanatisme tinggi atas permainan, termasuk suporter. Namun persaingan ini dinilai sehat di dunia olahraga. ”Kami optimistis bisa kalahkan Surabaya United,” ucapnya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.