Sriwijaya Lambat Panas, PBR Jelek dalam Penyelesaian Akhir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Sriwijaya FC Ichsan K (kiri) berusaha melewati pesepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR) Waluyo (kanan) dalam lanjutan pertandingan Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 28 November 2015. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepakbola Sriwijaya FC Ichsan K (kiri) berusaha melewati pesepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR) Waluyo (kanan) dalam lanjutan pertandingan Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 28 November 2015. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Malang - Persipasi Bandung Raya dan Sriwijaya FC sudah menuntaskan semua laga di babak penyisihan Grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu sore, 28 November 2015.

    Kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Sriwijaya unggul 4-3. Gol PBR pada waktu normal diciptakan Gavin Kwan Adsit di menit ke-33. Sedangkan gol balasan Sriwijaya dicetak Anis Nabar pada menit ke-71.

    Kendati berjaya, asisten pelatih Sriwijaya, Hendri Susilo, mengaku mesin timnya terlambat panas di babak pertama sehingga kebobolan lebih dulu. Sriwijaya kesusahan mengembangkan permainan pada babak pertama. “Mereka selalu menekan kami dari awal, sehingga kami tidak mendapatkan ritme permainan,” ucap Hendri dalam jumpa pers seusai pertandingan.

    Menurut Hendri, permainan Sriwijaya yang tidak bisa langsung panas dan konstan juga dipengaruhi ketidakbugaran fisik Ferdinand Sinaga dan kawan-kawan akibat padatnya jadwal pertandingan. Laskar Wong Kito tidak mendapat masa pemulihan (recovery) fisik yang cukup karena harus bertanding tiap selang dua hari. Sedangkan lawan yang dihadapi punya waktu pemulihan hingga empat hari.

    Sedangkan Pieter Egge Huistra mengaku puas melihat penampilan Kim Jeffrey Kurniawan dan kawan-kawan. Mereka hanya kurang bagus dalam penyelesaian akhir. Menurut dia, mereka memiliki banyak peluang tapi cuma satu yang bisa dicetak.

    “Kami bisa memulai pertandingan dengan baik. Kami juga bisa menekan mereka dan menghasilkan banyak peluang. Namun kami kurang bagus dalam penyelesaiannya,” tutur Huistra, pelatih asal Belanda.

    Huistra mengaku kesalahan anak asuhannya membuat keunggulan di babak pertama musnah. Sriwijaya dinilai jeli memanfaatkan kesalahan yang dibuat beberapa pemainnya. Namun ia menilai kesalahan itu wajar dalam sepak bola.

    Hasil pertandingan tersebut menempatkan Sriwijaya di posisi ketiga dengan 5 poin, sementara dan PBR di urutan keempat dengan nilai 4. Bersama Persegres Gresik United, Sriwijaya dan PBR gagal melangkah ke babak delapan besar. Sedangkan posisi pertama dan kedua di klasemen masing-masing dihuni Arema Cronus dan Persija Jakarta.

    ABDI PURMONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?