Menteri Imam Izinkan PT Liga Gelar ISL, Ini Syaratnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pespakbola Indonesia All Star yang juga Menpora Imam Nahrawi (kanan) menggiring bola dibayangi pesepakbola Persebaya 1927 Komat Suharto (kiri) pada laga persahabatan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Pespakbola Indonesia All Star yang juga Menpora Imam Nahrawi (kanan) menggiring bola dibayangi pesepakbola Persebaya 1927 Komat Suharto (kiri) pada laga persahabatan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tidak menghalangi rencana PT Liga Indonesia yang ingin menggelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2016. "Siapa pun dipersilakan menjadi operator, sponsor, dan penyelenggaraan kompetisi dan turnamen, karena memang itu yang diharapkan publik bola," ujar Imam di Jakarta, Jumat, 1 Januari 2016.

    Meski tidak ada larangan, Menteri Imam tetap memberikan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai operator. "Asal dilakukan dengan baik, akuntabel, dan berkoordinasi dengan Tim Transisi dan BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) sebagai kepanjangan tangan pemerintah," kata Imam.

    Imam menegaskan bahwa persyaratan itu tidak bisa ditawar lagi. "Jangan berandai-andai di luar itu, karena pasti aparat kepolisian akan bertindak tegas," ujarnya.

    PT Liga Indonesia melayangkan surat permohonan rekomendasi kepada BOPI untuk bisa menggulirkan ISL 2016. Dalam salinan surat PT Liga bernomor 556/Liga/XII/2015 yang diserahkan ke BOPI, mereka menyampaikan tiga poin gambaran alur kompetisinya.

    Tiga poin tersebut adalah kompetisi itu akan diikuti 18 klub, durasi waktu 9 bulan, dan format kompetisi penuh dengan sistem pertandingan kandang dan tandang. "Liga akan mengikuti seluruh prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga BOPI dapat memberi rekomendasi sebagaimana yang dimohonkan," bunyi surat yang diteken Direktur Utama PT Liga Indonesia, 29 Desember 2015.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.