Dibantai MU, Leicester Berusaha Bangkit di Liga Champions  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Leicester City Demarai Gray melepaskan tendangannya kerasnya dari jarak jauh ke gawang Manchester United dan berhasil mencetak gol saat bertanding di Liga Primer Inggris di stadion Old Trafford, Inggris, 24 September 2016. Gol Gray bawa timnya perkecil kekalahan sementara 4-1. REUTERS

    Pemain Leicester City Demarai Gray melepaskan tendangannya kerasnya dari jarak jauh ke gawang Manchester United dan berhasil mencetak gol saat bertanding di Liga Primer Inggris di stadion Old Trafford, Inggris, 24 September 2016. Gol Gray bawa timnya perkecil kekalahan sementara 4-1. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Di ruang ganti, manajer Leicester, Claudio Ranieri, tak mau berlama-lama dibalut kekecewaan. Manajer asal Italia itu tak banyak bicara selain meminta para pemainnya bangkit dalam pertandingan berikutnya.

    "Oke, kita kalah hari ini. Tapi sekarang yang penting kita harus melupakannya. Kita punya Liga Champions, sebuah pertandingan perdana di kandang, dan kita harus melakukan yang terbaik,” ujar dia, kepada para pemainnya. Di Old Trafford, Sabtu lalu, Leicester hancur-lebur dan harus pulang dengan membawa kekalahan 1-4. (Baca: Leicester Kalah Lagi, Ranieri: Tahun Ini Sungguh Berbeda)
     
    Melawan Porto jelas lebih penting daripada meratapi kekalahan oleh United. Penampilan Leicester memang jauh lebih baik di Liga Champions. Dalam pertandingan pertama, mereka menang telak 3-0 atas Club Brugge, Belgia.
     
    Beruntung, di Grup G, para pesaing yang ada tidaklah terlalu kuat. Selain Brugge, mereka berada satu grup dengan FC Porto dan Copenhagen, klub asal Denmark.

    Nah, calon lawan mereka kali ini pun tidak bisa dibilang cemerlang. Dalam pertandingan perdana, klub asuhan Nuno Espirito Santo itu hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Copenhagen.

    Baca: Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini, Ada Dortmund Vs Real Madrid

    Penampilan buruk itu tak mau lagi diulang Porto dalam pertandingan di King Power, dinihari nanti. Apalagi, Jumat lalu, di Primeira Liga, mereka baru saja mencatat kemenangan atas Boavista dengan skor telak 3-1.  

    Kemenangan tersebut besar artinya buat Porto. Maklum, selama dua pekan, mereka sempat terpeleset. Setelah hanya bermain imbang di Liga Champions, mereka kembali bermain seri melawan Tondela di Liga Primer Portugal.

    “Tak diragukan lagi, kemenangan ini menjadi respons kami yang bagus terhadap dua hasil yang mengecewakan,” kata gelandang Danilo Perreira.

    Meski memuji skuadnya, pelatih Nuno Espirito Santo menyadari ada kelemahan dalam timnya. Seperti halnya Leicester, mereka rapuh dalam mengatasi tendangan dari bola mati.  

    Baca: Timnas Uji Coba Lawan Vietnam Lewat Laga Kandang dan Tandang

    “Situasi seperti itu tak boleh terjadi sebenarnya. Tim kehilangan fokus. Namun, beruntung, setelah itu para pemain kembali menemukan kebersamaan mereka. Hasil akhir menunjukkan hasil kerja keras mereka di lapangan,” kata Santo.  

    Menjelang pertandingan melawan Leicester, Santo mengaku timnya sudah siap memetik poin penting. “Kami ingin memberikan respons yang bagus. Di Liga Champions, kami belum pernah menang. Kami perlu membayar dua poin yang hilang saat melawan Copenhagen,” kata Danilo.  

    MAISFUTEBOL | FFT | FCPORTO | PUBLICO | IRFAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.