Final Piala AFF 2016: Menunggu Ramuan Rahasia Alfred Riedl

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesepak bola Tim Nasional Indonesia mengangkat mister gawang saat latihan menjelang pertandingan final Piala AFF di Karawaci Tangerang, Banten, 9 Desember 2016. Pertandingan final leg pertama akan dilangsungkan di Pakansari Bogor. ANTARA/Muhammad Iqbal/

    Sejumlah pesepak bola Tim Nasional Indonesia mengangkat mister gawang saat latihan menjelang pertandingan final Piala AFF di Karawaci Tangerang, Banten, 9 Desember 2016. Pertandingan final leg pertama akan dilangsungkan di Pakansari Bogor. ANTARA/Muhammad Iqbal/

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Nasional sepakbola Indonesia sudah memastikan diri lolos ke final Piala AFF 2016. Boaz Soloss dan kawan-kawan bakal menghadapi sang juara bertahan Thailand pada partai puncak kejuaraan dua tahunan yang menggunakan sistem kandang tandang itu.

    Timnas Indonesia bakal menjadi tuan rumah terlebih dahulu dan pertandingan final pertama menjamu tim Negeri Gajah Perang itu di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 14 Desember 2016. Pertandingan ini merupakan pertaruhan pelatih Alfred Riedl untuk meracik strategi.

    Sebagai tuan rumah, pelatih asal Austria itu mengaku sudah menyiapkan kejutan meski pada babak penyisihan Andik Vermansyah dan kawan-kawan kalah dari Thailand dengan skor 2-4. Berbekal dua gol yang pernah dilesakkan ke gawang Thailand, timnas Garuda siap menebar ancaman.

    "Gol di babak penyisihan memberikan kami keyakinan dan harapan untuk meraih hasil yang terbaik pada pertandingan besok maupun di Bangkok nanti," kata pelatih Alfred Riedl dalam keterangannya kepada media di Aston Hotel Sentul, Bogor, Selasa, 13 Desember 2016.

    Indonesia saat menghadapi Thailand di babak penyisihan memang langsung tertinggal 0-2. Namun, dengan semangat yang tinggi, Boaz Solossa dan Lerby Eliandry mampu menyamakan kedudukan. Hanya saja menjelang pertandingan usai, kondisi fisik pemain Indonesia mulai terkuras sehingga akhirnya kalah 2-4.

    Kondisi saat ini, menurut Alfred Riedl, sudah berbeda. Berbekal motivasi yang tinggi bisa dipastikan pertandingan yang dilakona kedua tim bakal lebih ketat. Demi menghadang laju anak asuh Kiatisuk Sinamuang ini, pelatih asal Austria ini mengaku telah menyiapkan formasi terbaik.

    Bermain di kandang sendiri, Timnas bakal didukung ribuan suporter fanatiknya. Kondisi ini jelas menguntungkan. Dukungan suporter diharapkan mampu menyulut timnas meraih hasil terbaik. "Kami mampu. Terbukti kami bisa sampai ke final. Sebelumnya kami bukan tim yang diunggulkan," ujar Riedl.

    Jika dilihat saat Timnas berlatih, kemungkinan Timnas akan menggunakan lima bek sekaligus yaitu Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen, Fachruddin Ariyanto, Hansamu Yama dan Beny Wahyudi. Namun, posisi Abduh dan Beny ditarik lebih ke depan. Untuk penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Kurnia Meiga.

    Di depan bek ini ada empat gelandang lincah yaitu Rizky Pora, Bayu Pradana, Stefano Lilipaly dan Andik. Sedangkan untuk posisi ujung tombak tetap mengandalkan sang kapten yaitu Boaz Solossa.

    Sementara itu pelatih Thailand, Kiatisuk Sinamuang mengakui laga final pertama ini bakal berlangsung ketat, apalagi Indonesia bertanding di kandang sendiri. Indonesia dipastikan bakal mengeluarkan kemampuan terbaiknya. "Saya pikir besok pertandingan yang bagus. Bakal tidak mudah bagi kami. Tapi kami kesini membawa 23 pemain yang semuanya siap diturunkan," katanya.

    Thailand datang ke Indonesia dengan kekuatan penuh termasuk sang bintang Teerasil Dangda. Sang juara bertahan ini mencapai final dengan hasil sempurna karena tidak pernah mengalami kekalahan. Dan tim yang mampu membikin gol ke gawang tim Negeri Gajah Putih ini hanyalah Indonesia.

    Setelah menyelesaikan pertandingan di Stadion Pakansari, Boaz Solossa Cs bakal menjalani pertandingan final tandang ke markas Thailand yaitu Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu, 17 Desember 2016. Di kota inilah sang juara bakal ditentukan. Apakah Indonesia, atau tuan rumah Thailand. Tunggu pertandingannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.