Wenger Pilih Pria Berdarah Indonesia Jadi Penggantinya di Arsenal

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arsenal Arsene Wenger memasuki lapangan jelang bertanding melawan Stoke City dalam Liga Primer Inggris di stadion Stoke-on-Trent, Inggris, 19 Agustus 2017. REUTERS

    Pelatih Arsenal Arsene Wenger memasuki lapangan jelang bertanding melawan Stoke City dalam Liga Primer Inggris di stadion Stoke-on-Trent, Inggris, 19 Agustus 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontrak Manajer Arsenal Arsene Wenger tinggal tersisa satu setengah musim lagi. Dia diperkirakan tak akan memperpanjang kontraknya pada akhir musim 2018-2019.

    Mencari pengganti Wenger yang telah menghabiskan 23 tahun menangani Arsenal tentu bukan perkara mudah. Namun laman Daily Star menyebutkan Wenger telah mempersiapkan beberapa nama sebagai calon penggantinya.

    Setidaknya ada dua nama yang Wenger anggap pantas menggantikannya di kursi Manajer Arsenal. Mereka adalah Giovanni van Bronckhorst dan Eddie Howe. Nama Van Bronckhorst menjadi yang terdepan karena dari segi usia dinilai lebih memiliki prospek jangka panjang ketimbang Howe yang hanya terpaut tiga tahun dari Wenger.

    Van Bronckhorst merupakan mantan pemain Arsenal yang ikut berjasa membawa tim tersebut meraih gelar juara Liga Inggris pada 2002 dan Piala FA musim berikutnya. Pria berdarah Ambon, Indonesia, itu juga pernah bermain di Barcelona di bawah asuhan Frank Rijkaard.

    Dia juga sempat mendapatkan sentuhan dari Guus Hiddink dan Dick Advocaat kala bermain untuk tim nasional Belanda dan Glasgow Rangers.

    Pengalamannya berguru dengan pelatih-pelatih hebat itu membuat Wenger menilai Van Bronckhorst memiliki kemampuan yang cukup untuk menggantikannya di kursi Manajer Arsenal.

    Apalagi dia juga telah membuktikan diri sebagai pelatih dengan membawa Feyenoord keluar sebagai juara Piala KNVB pada 2015 dan juara Liga Belanda semusim berselang.

    Van Bronckhorst pun sempat menyatakan mengagumi filosofi Wenger. Dia pun menerapkan filosofi pria 68 tahun itu yang banyak memberikan kesempatan kepada pemain muda dan menerapkan sepak bola menyerang.

    "Filosofinya telah menjadi contoh bagi jutaan orang," ujar Van Bronckhorst.

    Petinggi Arsenal tentu tak akan membiarkan Wenger sendiri yang akan memilih penerusnya. Namun tampaknya, pertimbangan Wenger tetap akan menjadi masukan berarti bagi mereka.

    DAILY STAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.