Liga Champions: Zidane Bicara Soal Penalti dan Kartu Merah Buffon

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Juventus, Gianluigi Buffon. (reuters)

    Kiper Juventus, Gianluigi Buffon. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane ikut mengomentari kartu merah yang diterima kiper Juventus, Gianluigi Buffon, dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari WIB.

    Buffon diusir wasit di ujung pertandingan karena memprotes tendangan penalti yang diberiakan bagi Madrid. Kiper penggantinya, Wojciech Szczesny, gagal membendung penalti Critiano Ronaldo sehingga skor menjadi 1-3. Meski kalah, Real Madrid tetap lolos ke semifinal karena secara total unggul 4-3.

    Sebelumnya, Zidane juga mengalami akhir karier yang buruk di timnas Prancis. Ia mendapat kartu merah di final Piala Dunia 2006 karena menanduk bek Italia Marco Materazzi.

    Zidane mengaku ikut prihatin karena Buffon mendapat kartu merah. "Saya tidak berpikir bahwa dia layak untuk berakhir dengan cara ini, tetapi tidak ada jalan untuk kembali sekarang," kata dia.

    Tapi, Zidane menegaskan, kartu merah itu tak akan merusak karier gemilang kiper timnas Italia itu. "Apa yang terjadi pada akhir pertandingan tidak akan mengubah atau menghapus apa yang telah dia lakukan dalam kariernya."

    Zidane juga menyatakan, Buffon masih bisa tampil di Liga Champions berikutnya. "Dia pemain yang luar biasa dan ini mungkin bukan penampilan Liga Champions terakhirnya," kata dia.

    Dalam laga itu, Madrid mendapat penalti karena pelanggaran Medhi Benatia pada Lucas Vaquez. "Itu penalti, mereka memberi tahu saya bahwa itu penalti," kata Zidane. "Saya tidak melihatnya. Wasit memberikannya dan kita tak bisa mengubahnya. Tapi saya pikir itu penalti."

    Real Madrid lolos ke semifinal Liga Champions bersama AS Roma, Liverpool, dan Bayern Munchen.

    SOCCERWAY | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.