Senin, 10 Desember 2018

Juventus Vs Inter Milan, Lini Belakang Jadi PR Spaletti

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus, Blaise Matuidi beradu kepala dengan pemain Inter Milan, Joao Miranda saat berebut bola dalam laga lanjutan Liga Italia di Stadon Giueseppe Meazza, Italia, 28 April 2018. AP Photo/Antonio Calanni

    Pemain Juventus, Blaise Matuidi beradu kepala dengan pemain Inter Milan, Joao Miranda saat berebut bola dalam laga lanjutan Liga Italia di Stadon Giueseppe Meazza, Italia, 28 April 2018. AP Photo/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapuhnya lini pertahanan Inter Milan menjadi masalah utama yang harus dipecahkan Luciano Spaletti pada laga melawan Juventus Sabtu dini hari nanti. Skuad Nerazzuri tercatat kebobolan 6 gol dalam dua laga tandang terakhir.

    Inter Milan dibantai oleh Atalanta 4-1 pada laga pekan ke-12 serta bermain imbang 2-2 dengan AS Roma pada laga pekan lalu. Enam gol yang bersarang ke gawang Samir Handanovic itu sama jumlahnya dengan jumlah kebobolan mereka pada 11 laga sebelumnya.

    Satu kesamaan dari dua laga itu adalah Inter Milan tak diperkuat gelandang jangkar mereka, Radja Nainggolan. Spaletti memilih membangkucadangkan Nainggolan pada saat melawan Atalanta sementara saat menghadapi AS Roma, gelandang asal Belgia berdarah Indonesia itu absen karena cedera saat menghadapi Tottenham Hotspur di Liga Champions.

    Pada saat melawan Tottenham, Inter Milan pun kebobolan setelah mereka menarik Nainggolan pada babak pertama.

    Uniknya lagi, Spaletti keluar dari formasi 4-2-3-1 saat tak bisa memainkan Nainggolan. Pada laga melawan Atalanta dan AS Roma, dia memilih menggunakan pola 4-3-3.

    Tanpa dua gelandang bertahan, lini belakang Inter Milan terbukti sangat mudah ditembus lawan. Statistik membuktikan bagaimana Atalanta dengan sangat bebas melepaskan tembakan ke arah gawang Inter Milan.

    Tercatat mereka melepaskan 19 tembakan dengan sembilan diantaranya mengarah ke gawang. Padahal, Inter Milan lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 51 persen berbanding 49 persen.

    Demikian juga saat menghadapi AS Roma. Inter Milan membiarkan skuad Serigala Roma melepaskan 15 tembakan dengan hanya 45 persen penguasaan bola.

    Nainggolan sendiri sejatinya kerap dimainkan sebagai gelandang serang oleh Spaletti di Inter Milan. Namun, dengan fisik yang masih prima plus kemampuan bertahannya yang piawai, pria berusia 30 tahun itu tak segan turun ke belakang ketika Inter Milan menghadapi serangan lawan.

    Menghadapi Juventus, Spaletti sebaiknya kembali ke pola 4-2-3-1. Strategi itu terbukti berhasil untuk meredam tim dengan kekuatan menyerang super. Contohnya adalah ketika mereka menahan imbang Barcelona 1-1. Meskipun Barcelona mampu membuat 26 tembakan, namun hanya 8 yang mengarah ke gawang Handanovic.

    Menumpuk enam pemain di lini pertahanan akan sangat penting bagi Inter Milan mengingat Juventus memiliki lini serang aduhai. Bukan hanya Cristiano Ronaldo, Skuad asuhan Masimiliano Allegri masih memiliki amunisi lain seperti Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic hingga Juan Cuadrado dan Rodrigo Bentacnur yang telah pulih dari cedera.

    Selain itu, dengan mencoba memancing keluar para pemain Juventus, Inter Milan akan mampu membuka ruang bagi para pemain mereka yang memiliki kecepatan. Ivan Perisic, Mauro Icardi dan Keita Balde tentu akan lebih mudah ketika beradu lari dengan bek tua milik Juventus seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

    Masalah bagi Spaletti adalah mencari pengganti Nainggolan. Mampu memberi ancaman saat menyerang serta kuat saat bertahan memang menjadi ciri Nainggolan yang tak mudah untuk ditemukan penggantinya.

    Spaletti bisa saja berspekulasi dengan menggeser Perisic ke posisi Nainggolan. Pemain asal Kroasia itu memiliki fleksibilitas tinggi saat bermain. Kala masih berseragam Wolfsburg, Perisic tak jarang diturunkan sebagai penyerang lubang di belakang penyerang tunggal. Kengototannya dalam bermain juga bisa menjadi tambahan tenaga saat bertahan.

    Untuk mengganti posisi Perisic di sisi kanan, Spaletti masih memiliki Antonio Candreva yang musim ini jarang mendapatkan kesempatan bermain. Di masa jayanya, Candreva dikenal sebagai pemain lincah yang memiliki umpan-umpan matang untuk memanjakan Icardi.

    Strategi bertahan seperti itu terbukti sukses menghentikan laju kemenangan Juventus. Lihat saja bagaimana Genoa berhasil mencuri satu angka di Allianz Stadium. Pelatih Ivan Juric bahkan menumpuk tujuh pemain di lini belakangnya untuk membuat Cristiano Ronaldo cs frustasi. Juventus hanya mampu membuat 3 tembakan ke arah gawang pada laga itu dan merupakan yang terendah di semua laga mereka musim ini.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.