Melissa Jimenez, Mantan WAGs Barcelona Penggila MotoGP

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marc Bartra dan istrinya, Melissa Jimenez. (instagram/@melissajimenezgp)

    Marc Bartra dan istrinya, Melissa Jimenez. (instagram/@melissajimenezgp)

    TEMPO.CO, Jakarta - Melissa Jimenez, 31 tahun, adalah sosok WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) yang langka. Bersuamikan bek Real Betis, Marc Bartra, ia justru lebih tergila-gila dengan olahraga MotoGP.

    Melissa dan mulai berpacaran dengan Bartra saat pemain 28 tahun itu masih merumput di Barcelona, pada 2014. Keduanya menikah pada 2017, saat Sang Pemain berlaga untuk Borussia Dortmund.

    Baca: WAGs MU: Chris Smalling dan Istri Tunggu Kelahiran Putra Pertama

    Melissa adalah penggila MotoGP. Ia sudah menyimpan rasa suka pada olahraga itu sejak belia. Ayahnya kebetulan bekerja untuk pabrik motor asal Spanyol, JJ Cobas. Dalam keluarganya, balapan MotoGP seperti menjadi olahraga wajib.

    Melissa kemudian bisa lebih jauh mendalami kegandrungannya itu. Saat kuliah, ia menjadi jurnalis televisi yang ditugaskan meliput balapan MotoGP. Ia bahkan sempat dikontrak Mediaset Spanyol sebagai komentator di paddock. Namun, kontraknya tak diperpanjang pada 2016.

    Baca: Kevin-Prince Boateng Sering Cedera Karena Terlalu Banyak Seks

    Ia sempat mencoba peruntungan di layat televisi dengan memerankan penyanyi Nelly Furtado dalam acara televisi "Your Face is Familiar to Me". Ia kemudian memilih meninggalkan kariernya saat Bartra mengalami kecelakaan akibat serangan bom di Dortmund pada 2017. Melissa memilih mendampingi suaminya itu melakukan rehabilitasi patah tangan.

    Sejak Januari 2018, Bartra pindah ke klub Spanyol, Real Betis. Melissa dan dua anaknya--satu laki-laki dan satu perempuan-- sudah pasti mengikutinya.

    THE SUN | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.