AC Milan Vs Cagliari 3-0: Kekuatan Baru Rossoneri

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain AC Milan, Krzysztof Piatek. (beinsports.com)

    Pemain AC Milan, Krzysztof Piatek. (beinsports.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenangan 3-0 AC Milan melawan tamunya, Cagliari, pada pekan ke-23 Seri Italia dinihari tadi, 11 Februari 2019, bukan cuma membuat Milan menembus empat besar klasemen, tapi menimbulkan keyakinan akan tiba masanya Rossoneri seperti dulu lagi. Saat ketika AC Milan masih ada Franco Baressi, Marco van Basten, Andriy Shevchenko, Paolo Maldini, dan generasi emas lainnya saat itu, termasuk pelatih mereka sekarang, Gennaro “Pitbull” Gattuso.

    Penyerang dari Polandia, Krzysztof Piatek, terus melanjutkan sensasinya dalam debutnya di AC Milan. Melawan Cagliari, Piatek mencetak gol keempatnya dalam tiga pertandingan beruntun.

    Pemain harapan baru AC Milan lainnya asal Brasil, Lucas Paqueta, mencetak gol lebih dulu dari Piatek dalam pertandingan itu. Adapun kemenangan AC Milan diawali dengan gol bunuh diri Luca Cepitelli.

    Selain Basten dan kawan-kawan tersebut, yang tak boleh dilupakan dalam deretan legenda AC Milan adalah Dejan Savicevic dan Zvonimir Boban.    

    Savicevic, yang kini menjadi presiden Federasi Sepak Bola Montenegro, berbicara tentang rasa optimismenya pada masa depan AC Milan sekarang kepada koran olahraga Italia, La Gazzetta Dello Sport.  

    "Setidaknya Milan berinvestasi di Italia. Mereka akan dihargai untuk ini. (kiper Gianluigi) Donnarumma akan menjadi (Gianluigi) Buffon yang baru dan (pemain belakang Alessio) Rogmanoli akan lebih santai,” kata Savicevic.   

    "Paqueta dan Piatek? Keduanya pemain penting. Namun, masih terlalu dini untuk menilai pemain Brasil itu. Kita harus membiarkan dia bermain dan tenang. Piatek, di sisi lain, saya pernah melihatnya mencetak gol sejak awal musim, dia mengesankan. Semoga dia tidak berhenti mencetak gol,” Savicevic melanjutkan.

    Tentang Gattuso, yang ketika main sangat militan di tengah seperti Edgar Davids, Savicevic mengatakan tidak terkejut kalau sekarang menjadi pelatih yang sukses, terutama buat membangkitkan kejayaan AC Milan di Eropa seperti dulu.

    “Dia akan selalu bekerja dengan baik, karena ketika masih menjadi pemain, dia adalah orang yang teratur. Dia tidak takut bekerja dan berlatih. Baru-baru ini, kinerja tim juga meningkat,” kata Savicevic tentang sosok pelatih AC Milan sekarang.

    Bersama Piatek dan kawan-kawan, Gennaro Gattuso berpeluang mempertahankan posisi AC Milan sampai akhir musim nanti dan menggeser tetangganya, Inter dari peringkat ketiga, karena jarak di antara mereka sekarang tinggal empat poin.

    CALCIOMERCATO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.