Final UEFA Nations League Malam Ini: Ronaldo Puji Belanda

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. REUTERS/Rafael Marchante

    Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, memberikan pujian untuk Timnas Belanda. Ia menilai De Oranje sebagai lawan yang tangguh.

    Portugal akan menghadapi Belanda pada partai puncak UEFA Nations League di Stadion Dragao, Porto, Senin dinihari WIB, 10 Juni 2019, mulai 01.45 WIB.

    Baca: Jadwal Bola Hari Ini: Timnas U-23 Vs Thailand di Merlion Cup

    Sebelum kedua tim dipastikan bertemu, Ronaldo mengaku sudah menyaksikan permainan Vigil van Dijk cs. Terutama saat Belanda melibas 3-1 Inggris di babak semifinal UEFA Nations League.

    Dari laga tersebut, Ronaldo menilai pasukan racikan Ronald Koeman merupakan tim yang sulit dikalahkan. "Belanda adalah tim yang sangat baik. Mereka telah bermain cukup baik. Saya telah menonton mereka dalam pertandingan terakhir," kata Ronaldo, dikutip dari Sportskeeda.

    Pemain Juventus itu melanjutkan, "Mereka memiliki skuat yang sangat baik dengan pemain hebat - pemain muda dan lebih berpengalaman pemain, yang membuat tim mereka lebih kuat."

    Lebih lanjut, Ronaldo juga menganggap duel antara Portugal versus Belanda adalah duel yang ideal di final UEFA Nations League. Alasannya tentu karena kedua tim telah tampil impresif sejak fase grup.

    "Kami tahu bahwa mereka (Belanda) akan menjadi lawan yang cukup sulit, tetapi saya pikir untuk Portugal dan Belanda, seperti inilah seharusnya laga final," kata dia.

    Final UEFA Nations League akan digelar di Portugal. Situasi tersebut akan menjadi motvasi tersendiri bagi Cristiano Ronaldo dan kolega untuk memenangkan pertandingan

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?