PSSI Sudah Evaluasi Simon McMenemy, Nasibnya di Tangan Exco

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan) memberikan instruksi kepada pemainnya saat melawan Timnas Malaysia pada laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan) memberikan instruksi kepada pemainnya saat melawan Timnas Malaysia pada laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis 5 September 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, mengaku sudah melaporkan evaluasi kinerja pelatih tim nasional Indonesia, Simon McMenemy. Terkait keputusan nasib pelatih asal Skotlandia itu, kata Ratu Tisha, menunggu keputusan dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

    "Seluruh keputusan terkait nasib pelatih ada di Komite Eksekutif, saya di Kesekjenan hanya menjalankan. Jadi seluruhnya secara teknis sudah saya sampaikan laporannya," kata Ratu Tisha seusai pertandingan Timnas U-19 melawan Cina U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis malam, 17 Oktober 2019.

    Ratu Tisha mengatakan evaluasi dilakukan setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan keempat di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. Dalam laga itu, skuat Garuda meraih hasil buruk dengan kemasukan 14 gol dan hanya mampu mencetak tiga gol.

    Sekjen PSSI, Ratu Tisha menjelaskan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 di Garuda Store, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 22 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Disinggung soal kemungkinan pergantian pelatih, Ratu Tisha memilih bungkam. Ia pun meminta publik menunggu hasil evaluasi.

    Terkait dengan merebaknya rumor pelatih asal Spanyol, Luis Milla, akan kembali melatih Timnas Indonesia, dia merespons dengan meminta semua pihak bersabar.

    Menurut Ratu Tisha, hasil buruk yang diraih Timnas Indonesia merupakan konsekuensi dari program berjenjang yang dilakukan PSSI. "Timnas itu berjenjang, kompetisi berjenjang. Timnas sekarang hasil kerja keras tujuh tahun silam. Makanya kami bikin kompetisi Elite Pro Akademi untuk usia 16, 18, dan 20 tahun. Di situ diambil untuk timnas," ucapnya.

    Ia berharap kompetisi yang digelar PSSI akan membuahkan hasil bagi Timnas Indonesia pada lima tahun mendatang. "Saya ingin menang di semua nomor, tapi harus tahu ini prosesnya karena memang kami membangun yang berjenjang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.