Wolves Janjikan Permainan Paling Ketat Melawan Liverpool

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo setelah anak asuhannya berhasil mengalahkan Manchester United dalam laga perempat final Piala FA di Molineux Stadium, Wolverhampton, Inggris, Ahad dinihari, 17 Maret 2019. REUTERS

    Ekspresi pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo setelah anak asuhannya berhasil mengalahkan Manchester United dalam laga perempat final Piala FA di Molineux Stadium, Wolverhampton, Inggris, Ahad dinihari, 17 Maret 2019. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Wolverhampton Wanderers atau Wolves mengingatkan kepada “Cracy Gang” Wimbledon tempo dulu, tim keras yang membuat tim-tim papan atas Liga Inggris kewalahan. Jumat dinihari, 24 Januari 2020, Serigala ini akan menjamu Liverpool yang dibilang hampir pasti akan memenangi Liga Primer musim ini.

    Nuno Espirito Santo, manajer asal Portugal, yang sukses menangani Wolves musim ini untuk berada di peringkat keenam dan melaju di Liga Europa, sudah bertekad untuk menciptakan “neraka” buat pasukan Jurgen Klopp di Stadion Molineux.

    “Apa yang akan kami lalukan adalah menyiapkan diri kami sebaik mungkin dan memainkan sebuah permainan. Para suporter kami akan bediri di belakang kami. Itu akan menjadi atmosfir yang fantastis,” kata Nuno dalam konferensi pers di Wolverhampton malam ini, Rabu 22 Januari 2020.

    “Kami harus berkompetisi. Dunia ini adalah kompetisi. Setiap perebutan bola adalah penting,” kata manajer Wolves ini.

    Menghadapi tuan rumah Wolverhampton Wanderers, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, membeberkan apa yang harus diperbaiki  timnya.

    "Tingkat konsentrasi. Lima menit sebelum jeda babak pertama dan di akhir. (Manchester) United bangkit dan (hasil) pertandingan seharusnya sudah ditentukan (sebelumnya),” kata Jurgen Klopp pada konfenrensi pers  malam ini.

    Klopp mengacu pada pertandingan Liverpool sebelumnya di Stadion Anfield ketika mengalahkan Manchester United 2-0 pada Minggu lalu.

    “Masih ada banyak ruang untuk perbaikan. Bagaimana kami menolong diri sendiri? Kami butuh menemukakan sebuah cara umum dalam situasi untuk mendominasi dengan cara yang sedikit berbeda,” Jurgen Klopp melanjutkan.

    Tentang permainan lawannya yang biasa disebut Woves, Jurgen Klopp menilai seperti kebanyak lawan mereka, tim asuhan manajer Nuno Espirito Santo itu sangat sulit dihadapi karena bermain bertahan. “Mereka menjadikan lapangan sangat besar. Butuh banyak berlari. Anda tidak bisa berbasis 50-60 persen melawan  Wolves. Sama sekali tidak peluang.”

    Liverpool belum terkalahkan dalam 22 pertandingan Liga Primer Inggris musim ini dan memimpin klasemen dengan keunggulan 13 poin. Adapun Wolves di peringkat keenam dengan jarak 30 poin dari Liverpool.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.