Dembele Out, Krisis Lini Depan Barcelona Makin Mengkhawatirkan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Barcelona Ousmane Dembele, berusaha melewati bek Arsenal Nacho Monreal dalam petandingan Joan Gamper Trophy di stadion Camp Nou, Barcelona, 5 Agustus 2019. REUTERS/Albert Gea

    Penyerang Barcelona Ousmane Dembele, berusaha melewati bek Arsenal Nacho Monreal dalam petandingan Joan Gamper Trophy di stadion Camp Nou, Barcelona, 5 Agustus 2019. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis lini depan Barcelona belum juga membaik. Ousmane Dembele yang mulai pulih dan kembali berlatih justru kambuh lagi cederanya. Pemain depan ini diperkirakan harus absen hingga akhir musim.

    Ousmane Dembele ikut dalam sesi latihan Barcelona, Senin lalu. Tapi, ia tak ikut serta sampai tuntas. Cederanya yang kambuh membuatnya terpaksa menarik diri lebih cepat.

    Hasil pemeriksaan yang dilakukan kemudian menjadi kabar buruk bagi pelatih Quique Setien. Ia bisa kehilangan pemain itu hingga akhir musim.

    Kehilangan Dembela akan jadi pukulan besar bagi Setien. Pada Januari lalu, ketika ditanya soal kemungkinan merekrut penyerang baru, ia dengan percaya diri berkata bahwa timnya masih memiliki Dembele. Kini, ia harus menerima kenyataan bahwa jasa sang pemain tak bisa ia andalkan pada sisa musim ini.

    Kambuhnya cedera Dembele menghadirkan masalah di lini depan Barca. Luis Suarez masih cedera, yang diperkirakan harus absen selama dua bulan. Pada Januari lalu, Barca gagal mendapatkan pelapisnya. Mereka justru melepas Carles Perez pergi ke AS Roma.

    Stok penyerang yang dimiliki Setien kini sangat tipis. Hanya ada Antoine Griezmann, Lionel Messi, dan Ansu Fati di jajaran penyreang utama. Secara teknis Ansu masih merupakan pemain akademi, sehingga mustahil terus memainkannya di setiap laga. Messi juga belakangan dikabarkan harus bermain dengan menahan sakit di paha.

    Dengan mengandalkan formasi 4-3-3, stok tiga pemain depan jelas sangat tidak memadai. Karena itu, Setien dipastikan harus berakrobat saat menjalani sisa musim ini. Ia harus mengubah formasi atau menggeser pemain untuk berlaga di posisi baru. Ia juga bisa mempromosikan pemain dari tim junior.

    Namun, kondisi saat ini jelas membuat tugasnya lebih berat. Ia baru ditunjuk menggantikan Ernesto Valverde. Sudah barang tentu suporter dan petinggi klub menuntutnya memberikan hasil maksimal: terus menang dengan menghadirkan permainan indah gaya Barcelona.

    Barcelona, yang merupakan juara bertahan, kini hanya berada di posisi kedua klasemen La Liga Spanyol. Mereka tertinggal tiga poin dari Real Madrid.

    MARCA | AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.