Manchester City Dihukum UEFA 2 Musim, Begini Kronologi Kasusnya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Sergio Aguero. Reuters

    Pemain Manchester City Sergio Aguero. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaManchester City dijatuhi sanksi oleh UEFA (federasi sepak bola Eropa) dengan larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa, yakni Liga Champions dan Liga Europa, mulai musim depan. Selain itu, klub Liga Inggris itu juga didenda sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 444 miliar).

    Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengungkapkan bahwa City bersalah atas "pelanggaran serius" aturan keadilan finansial (FFP). Keputusan ini diumumkan, Jumat, menandai akhir penyelidikan panjang terhadap keuangan City.

    Penyelidikan tersebut diluncurkan setelah munculnya serangkaian tuduhan bahwa City melanggar FFP, yang dirilis oleh media Jerman Der Spiegel pada November 2018. Namun, City membantah telah melakukan kesalahan dan mengumumkan niat mereka untuk mengajukan banding atas keputusan UEFA tersebut.

    Berikut adalah kronologi kasus FFP Manchester City berdasarkan rangkuman beIN sports:

    November 2018: Der Spiegel merilis tuduhan pelanggaran FFP City

    Der Spiegel menerbitkan sejumlah artikel yang mengklaim bahwa juara bertahan liga Inggris itu secara terang-terangan melanggar aturan FFP.

    Media Jerman tersebut mengaku memperoleh informasi dari narasumber Football Leaks dan mengklaim bahwa City melakukan kesepakatan sponsor senilai jutaan pound sterling dengan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi, yang dimiliki oleh Sheik Mansour.

    Sheik Mansour adalah sosok yang berperan mengubah Manchester City menjadi sesukses sekarang dengan mendatangkan pemain-pemain bintang sejak mengambil alih kepemilikan klub pada 2008. Kesepakatan-kesepakatan sponsor tersebut dianggap berasal dari dana pribadi pemilik klub dan dilakukan agar seolah-olah City aman dari jerat FFP, karena pemasukan mereka positif.

    November 2018: UEFA memperingatkan bahwa penyelidikan FFP City dapat dibuka kembali

    UEFA mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk membuka kembali penyelidikan 2014, yang membuat City didenda dan memaksa skuatnya dibatasi di Liga Champions, bila "informasi baru terbukti."

    "Kami sedang menilai situasi. Kami memiliki badan independen yang menanganinya. Segera Anda akan mendapat jawaban tentang apa yang akan terjadi dalam kasus ini," ujar Ceferin.

    Maret 2019: UEFA secara resmi melakukan penyelidikan

    Hampir setahun yang lalu UEFA secara resmi memulai investigasi terhadap tuduhan dari Der Spiegel, dengan ketua Badan Pengendalian Finansial Klub (CFCB) sekaligus mantan perdana menteri Belgia Yves Leterme memperingatkan bahwa City bisa mendapatkan "hukuman terberat."

    Hukuman tersebut berupa "pelarangan bermain dari kompetisi-kompetisi UEFA." dan City merespons tuduhan itu dengan membantah telah melakukan kesalahan.

    "Tuduhan penyimpangan keuangan sepenuhnya salah. Laporan (keuangan) klub diterbitkan penuh dan lengkap serta mematuhi hukum dan peraturan."

    Mei 2019: City merespons terhadap laporan larangan bermain

    Setelah sebuah laporan muncul di New York Times bahwa City terancam berkompetisi di UEFA selama satu tahun, klub merilis pernyataan yang mengungkapkan kekhawatiran bahwa "itikad baik" mereka untuk bekerja sama dalam penyelidikan UEFA itu dapat "disalahgunakan."

    Mei 2019: City mengecam "proses penyelidikan"

    Leterme pada awal tahun 2019 dalam sebuah wawancara dengan majalah Belgia Sport and Strategy mengatakan bahwa City harus mendapatkan larangan bermain dari kompetisi UEFA bila tuduhan itu terbukti benar.

    City dalam sebuah pernyataan mengecam proses penyelidikan CFCB dan menyebutnya terlalu menyudutkan mereka setelah hasil investigasi diserahkan ke UEFA untuk pengambilan keputusan akhir.

    November 2019: City bisa terhindar dari larangan UEFA

    Menjelang akhir tahun lalu, UEFA dilaporkan kesulitan untuk menegakkan peraturan FFP dan City bisa terhindar dari larangan serta hanya akan didenda.

    November 2019: CAS menolak pengajuan banding City

    Pada Juni tahun lalu, City mengajukan banding terhadap penyelidikan UEFA terkait dugaan pelanggaran FFP ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, lima bulan kemudian CAS memutuskan bahwa banding City "tidak dapat diterima" karena UEFA belum memberikan keputusan akhir tentang kasus tersebut.

    Februari 2020: UEFA menjatuhkan hukuman kepada City

    Setelah proses yang panjang, UEFA mengumumkan bahwa City mendapatkan hukuman larangan bertanding selama dua tahun di kompetisi Eropa dan denda 30 juta euro. City kembali mempertanyakan proses investigasi tersebut dan mengumumkan niat mereka untuk melakukan banding ke CAS "secepat mungkin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.