Menjelang Debutnya di Manchester United, Odion Ighalo Siapkan Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Odion Ighalo. (instagram/@manchesterunited)

    Pemain Manchester United, Odion Ighalo. (instagram/@manchesterunited)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain baru Manchester United, Odion Ighalo, saat berharap bisa memulai debutnya tim Setan Merah bermain di markas Chelsea pada pekan ke-26 Liga Inggris, Selasa dinihari WIB, 18 Februari 2020. Ia telah mempersiapkan diri untuk debutnya bersama Man United.

    Pemain asal Nigeria, 30 tahun, itu telah menyiapkan sepatu bola bertuliskan Mary, nama kakak perempuannya, serta kaus putih pelapis kostum tertulis nama yang sama, untuk dikenakan ketika bermain bagi Manchester United. Ia akan mendedikasikan semua golnya di Man United untuk sang kakak yang meninggal pada Desember tahun lalu.

    Mary meninggal secara mengagetkan pada 12 Desember 2019 di usianya 43 tahun. Ketika dia tengah menyiapkan anak-anaknya yang akan berangkat ke sekolah, tiba-tiba dia pingsan dan meninggal sebelum ambulan datang. Kejadian itu terjadi di rumah kakaknya di Kanada. "Itu adalah momen yang sangat menyakitkan," ujarnya.

    Ighalo menuturkan, Mary dan dirinya adalah penggemar Manchester United. Meski suami dan anak-anaknya bukan penggemar Man United, kecintaan Mary tidak pernah luntur. Menurut Ighalo, sang kakak itu selalu mendoakannya agar suatu hari nanti bisa bermain untuk tim idolanya.

    "Dia selalu berdoa saya akan menandatangani kontrak untuk Manchster United. Bahkan ketika dia datang menonton saya di Liga Primer bermain untuk Watford, dia berharap saya akan bergabung dengan United."

    Mary mempunyai foto dirinya saat mengenakan kemeja MU dengan namanya di belakang. Kaus itu dibingkai dan digantung di rumahnya. "Kakak saya adalah penggemar fanatik Man United. Kami tumbuh menyaksikan Man United," ujarnya.

    Kenangan akan Mary membuat Ighalo emosional ketika kini berseragam Manchester United meski dengan status pemain pinjaman dari klub Liga Super Cina, Shanghai Shenhua. Ia meneken kontrak bergabung dengan MU pada akhir bulan lalu.

    Ighalo tengah berdamai dengan kematian sang kakak ketika ia meneken kontrak sebagai pemain pinjaman Manchester United pada Januari lalu. "Saya sangat emosional karena saudara perempuan saya pergi selamanya dan saya tidak akan pernah melihatnya lagi," ujarnya.

    Bagi Ighalo, Mary seperti seorang ibu meski dia adalah kakak perempuannya. "Ketika saya masih muda, dia yang menjagaku," ujarnya. Mereka tumbuh bersama di Ajegunle, sebuah distrik di jantung ibu kota Nigeria, Lagos.

    “Bagian yang menyakitkan bagi saya adalah bahwa saya sekarang menandatangani kontrak dengan United, tetapi dia tidak di sini untuk melihatnya. Namun, saya tahu dia ada di sana mengawasiku," tuturnya.

    “Itulah sebabnya saya akan bermain dengan namanya di sepatu saya, jadi dia selalu bersama saya di Old Trafford atau dalam pertandingan apa pun untuk Manchester United. Setiap gol yang saya cetak dari sekarang sampai saya menyelesaikan karier saya akan didedikasikan untuk Tuhan dan kepadanya," dia menambahkan.

    “Saya telah menulis namanya di t-shirt putih khusus saya dan menuliskan namanya di sepatu bot saya. Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dia selalu bersama saya. Itu berarti dia bisa merasakanku bermain di Old Trafford, merasakan mimpi dan doa kami, meski dia tidak di sini untuk melihatnya. Tapi dia akan berdiri di kakiku, membantuku di atas lapangan."

    Ighalo mengaku dirinya mendapatkan tawaran dari klub-klub Eropa lainnya. Namun dia hanya tertarik bergabung dengan Manchester United. Bahkan, ia rela gajinya dipotoh 300 ribu pound sterling per minggu karena menyetujui sebagai pemain pinjaman MU.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.