PSSI Tunggu Kabar FIFA Soal Bantuan Dana di Tengah Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (pssi.org)

    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunggu kabar dari FIFA soal bantuan keuangan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

    “Kami harus melihat perkembangan ke depan seperti apa dari FIFA. Kami juga menunggu komunikasi dengan federasi sepak bola negara lain baru nanti kami tentukan langkahnya,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Jakarta, Jumat.

    Menurut Iriawan, FIFA belum mengumumkan apapun soal rencana mereka memberikan sokongan dana kepada federasi.

    PSSI mengakui bahwa COVID-19 membuat situasi menjadi sulit. Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 terpaksa dihentikan dan tim nasional juga tanpa kegiatan untuk sementara.

    Kondisi tersebut membuat PSSI terpaksa mengurangi gaji pelatih tim nasional. Lalu, klub-klub liga juga dengan berat hati memotong gaji pelatih, pemain dan ofisialnya demi operasional tim.

    Terhentinya kompetisi juga membuat wasit, yang digaji per laga, tidak mendapatkan pemasukan. “Situasi saat ini memiliki dampak cukup besar kepada semuanya termasuk wasit. Yang jelas mari kita tunggu saja, ya, ke depannya,” tutur Iwan.

    Dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), FIFA memiliki simpanan sekitar US$ 2,7 miliar atau Rp 44 triliun yang rencananya digunakan untuk membantu anggota-anggotanya yang memiliki kesulitan keuangan di tengah pandemi COVID-19.

    FIFA, lanjut AFF, memiliki keuangan yang kuat dan karena itu wajib membantu organisasi terkait yang membutuhkan. Untuk ini, FIFA disebut berkonsultasi dengan federasi anggota, konfederasi benua dan pemangku kepentingan terkait.

    FIFA sendiri belum memberikan keterangan resmi tentang rencana dan jumlah bantuan tersebut.

    Akan tetapi, dalam pernyataan di laman resminya yang diunggah pada Kamis (2 April), Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa pihaknya memiliki keuangan yang solid dan siap turun tangan ketika terjadi persoalan-persoalan.

    “Ini adalah FIFA yang baru. FIFA yang kami ciptakan untuk bekerja demi kebaikan sepak bola dan menghadapi masalah-masalah di dalamnya. Ini yang membuat saat ini kami terus bekerja untuk melihat bagaimana kami bisa membantu," kata dia.

    Infantino melanjutkan, "Kami akan melihat dampak-dampak negatif yang terjadi dan membicarakannya dengan konfederasi-konfederasi dan para pemangku kepentingan. Ini merupakan FIFA yang kita semua inginkan. FIFA yang kuat, berharga dan akan membuat setiap orang bangga karena setiap orang adalah FIFA."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.