Buntut Keributan Pada Laga PSG Vs Marseille, Neymar Cs Terancam Hukuman Berat

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Paris St Germain Neymar, adu mulut dengan pemain Olympique de Marseille Alvaro Gonzalez, dalam pertandingan Liga Prancis di Parc des Princes, Paris, 14 September 2020. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Penyerang Paris St Germain Neymar, adu mulut dengan pemain Olympique de Marseille Alvaro Gonzalez, dalam pertandingan Liga Prancis di Parc des Princes, Paris, 14 September 2020. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang PSG Neymar Jr disebut terancam hukuman larangan bermain dalam 7 laga setelah terlibat keributan dalam laga kontra Marseille akhir pekan kemarin. Otoritas Liga Prancis, LFP, dan bersama Federasi Sepak Bola Prancis, FFF, akan menggelar sidang terkait insiden itu.

    Media France 24 menyebutkan bahwa LFP akan menggelar sidang mulai hari ini, Selasa 15 September 2020. Keputusan terkait insiden pada laga PSG vs Marseille itu diharapkan bisa keluar pada Rabu besok.

    Menurut mereka, setidaknya ada empat insiden yang akan diselidiki LFP dan FFF. Pertama adalah tudingan Neymar bahwa Alvaro Gonzalez mengumpat dengan nada rasis kepadanya.

    Kedua, soal pukulan yang diarahkan Neymar ke bagian kepala Gonzalez. Selain itu LFP dan FFF juga akan menyelidiki soal ulah Angel Di Maria yang meludahi Gonzalez dan terakhir adalah insiden yang melibatkan bek PSG, Layvin Kurzawa dengan pemain Marseille Jordan Amavi.

    Neymar dan Layvin Kurzawa disebut terancam hukuman tujuh pertandingan jika terbukti melakukan kekerasan fisik kepada lawannya. Sementara Angel Di Maria disebut terancam hukuman hingga enam pertandingan.

    Alvaro Gonzalez disebut bisa mendapatkan hukuman paling berat. Pemain asal Spanyol itu disebut bisa mendapatkan hukuman hingga 10 laga.

    Keributan terjadi pada akhir laga PSG vs Marseille yang berlangsung Senin dini hari kemarin Waktu Indonesia Barat atau Ahad malam waktu Prancis.

    Awalnya keadaan memanas setelah pemain Marseille Dari Benedetto melanggar gelandang PSG, Leandro Paredes. Saat pemain kedua kubu berkerumun, Neymar menyatakan Alvaro Gonzalez menyebutnya monyet.

    Tak terima dengan pernyataan itu, Neymar pun langsung menghajar kepala Alvaro Gonzalez dan kondisi menjadi tak terkendali.

    Wasit sampai harus mengeluarkan lima kartu merah pada laga itu, tiga untuk pemain PSG - Neymar, Layvin Kurzawa dan Leandro Paredes - serta dua untuk pemain Marseille - Jordan Amavi dan Dario Benedetto.

    Alvaro Gonzalez sendiri telah membantah tudingan Neymar. Melalui cuitannya di akun media sosial twitter, dia menyatakan bahwa dirinya mendukung gerakan anti rasisme di sepak bola.

    "Tak ada tempat untuk rasisme," cuit Gonzalez sambil mengunggah foto rekannya yang berkulit hitam.

    Cuitan Gonzalez itu pun dibalas oleh Neymar. Dia menyebut Gonzalez bukan lelaki sejati karena tak mau mengakui kesalahannya.

    "Anda bukan orang yang bisa menerima kesalahan, kalah adalah bagian dari olahraga. Tetapi untuk menghina dan membawa rasisme kembali ke dalam kehidupan itu tidak boleh, saya tidak setuju. Saya tidak akan menghormati Anda! Anda tidak punya kepribadian! Jadilah Laki-laki sejati! Dasar rasis," balas Neymar.

    PSG pun telah mengeluarkan pernyataan yang intinya menolak rasisme. Mereka juga menyatakan siap mendukung pemainnya dalam sidang LFP dan FFF dengan mengajukan sejumlah bukti.

    Senada dengan PSG, Marseille, juga menyatakan bahwa mereka mendukung kampanye anti rasisme dalam sepak bola. Mereka juga menyangkal Alvaro Gonzalez telah melakukan umpatan rasis kepada Neymar. Mereka menyebut rekan-rekan Gonzalez pun telah memberikan kesaksian atas insiden tersebut.

    FRANCE 24| THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.