Arsenal Tampil Buruk di Liga Inggris, Mikel Arteta Siap Terima Kritik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arsenal Mikel Arteta. REUTERS

    Pelatih Arsenal Mikel Arteta. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengakui performa timnya buruk dan siap menerima kritik yang ditujukan kepadanya. The Gunners hanya bisa meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan terakhir di Liga Inggris.

    Pertandingan tandang ke markas Southampton pada Rabu besok diharapkan bisa menjadi momen bagi Arsenal untuk kembali bangkit setelah enam laga terakhir tanpa kemenangan.

    Laga terakhir mereka menelan kekalahan kandang 1-0 melawan Burnley pada Ahad lalu. Dan, itu menjadi kekalahan ketiga berturut-turut bagi pasukan Mikel Arteta di Liga Premier.

    Baca juga: Liga Inggris, Ini Alasan Arsenal Tak Mau Pecat Mikel Arteta

    Arsenal kini terperosok ke peringkat ke-15 klasemen Liga Premier dengan 13 poin, hanya unggul lima poin di atas zona degradasi. Mereka hanya mampu mencetak 10 gol dengan kebobolan 15 gol.

    Penampilan The Gunner itu telah menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Arteta setelah 12 bulan menggantikan Unai Emery. Mantan asisten Pep Guardiola di Manchester City ini pun menuai kritik terkait kinerjanya.

    "Ini adalah kenyataannya dan kami harus menghadapinya dengan menjadi pemberani, berjuang, dan tidak menyerah. Ini bukan waktunya bersembunyi, ini waktunya untuk mempertaruhkan muka dan badan," kata Arteta.

    Baca juga: Pep Guardiola Dukung Arsenal Pertahankan Mikel Arteta

    "Untuk saat ini, saya minta maaf, tapi kami harus mengambil peluru. Kami tidak memenangkan pertandingan sepak bola dan Anda harus meletakkan dada Anda di sana. Pukul saya, Anda berhak memukul saya karena kami tidak menang."

    "Apa lagi yang bisa saya lakukan? Menundukkan kepala, bekerja lebih keras, dan mencoba meningkatkan diri."

    Arteta menganggap kritik yang datang adalah hal wajar. "Saya menerimanya dan itu bagian dari pekerjaan. Ketika Anda tidak mendapatkan hasil, manajerlah yang bertanggung jawab secara maksimal. Itulah mengapa saya menerima karena Anda dapat mengatakan apa pun yang ingin Anda jelaskan, tetapi pada akhirnya Anda harus memenangkan pertandingan sepak bola."

    Dia menambahkan: "Klub ini terlalu besar untuk menerima kekalahan sebanyak ini dalam beberapa minggu terakhir. Ini dadaku, pukul aku."

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.