PT LIB Percepat Jadwal Pertemuan dengan Klub untuk Bahas Liga 2 dan Liga 2

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    TEMPO.CO, JakartaPT Liga Indonesia Baru (LIB) mempercepat jadwal pertemuan dengan pemilik atau perwakilan klub untuk membahas kelanjutan Liga 1 dan 2, dari sebelumnya 22 Januari menjadi 15 Januari.

    Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada Antara di Jakarta, Selasa menyebut bahwa perubahan dilakukan karena adanya permintaan dari klub.

    "Permohonan sebagian besar klub," ujar dia.

    Rapat LIB dan klub akan berlangsung secara virtual lantaran adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

    Pertemuan itu sendiri dilakukan untuk menemukan jalan keluar terkait Liga 1 dan 2 musim 2020, yang diliburkan sejak Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

    Hasil dari kegiatan tersebut nantinya diberikan kepada PSSI yang akan membahasnya dalam rapat Komite Eksekutif (Exco).

    Namun, saat dikonfirmasi terpisah, pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi belum dapat memastikan kapan rapat Exco yang dimaksud akan dilakukan.

    Yang pasti, selain soal liga, pertemuan itu juga membahas soal kongres tahunan PSSI pada Februari nanti.

    "Kami juga akan membicarakan soal program dan rencana kongres tahunan," tutur Yunus, yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI.

    Soal kelanjutan Liga 1 dan 2 Indonesia belum menemui titik terang karena pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) belum memberikan izin keramaian untuk itu lantaran pandemi COVID-19 belum juga terkendali.

    PSSI dan LIB sempat mengutarakan keinginan Liga 1 dan 2 dapat diputar pada Februari 2021. Akan tetapi, ketiadaan izin dari Polri hingga pertengahan Januari 2021 membuat keinginan tersebut sulit terwujud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.