Xavi Juara Bersama Al Sadd, Kemungkinan Belum Akan Kembali ke Barcelona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xavi Hernandez. Instagram

    Xavi Hernandez. Instagram

    TEMPO.CO, JakartaXavi Hernandez meraih gelar liga domestik pertama dalam kariernya sebagai pelatih. Pada Ahad waktu setempat, legenda Barcelona itu mengantar Al Sadd menjuarai Liga Qatar.

    Mantan gelandang Timnas Spanyol itu menyaksikan para pemainnya mengamankan trofi dengan kemenangan 3-0 atas Umm Salal, Ahad waktu setempat. Hasil itu membuat mereka unggul 13 poin, sehingga tak mungkin dikejar rival dalam empat pertandingan tersisa.

    Xavi sebelumnya membantu Al Sadd mendapatkan gelar juara pada 2018-19, saat masih bermain. Sejak menjadi pelatih pada Mei 2019 ia juga telah meraih Piala Qatar, Piala Super, Piala Emir, dan Piala Bintang.

    Pria 41 tahun itu senang dengan gelar yang diraihnya. "Kami menciptakan sejarah baru untuk Al Sadd," kata Xavi. "Saya senang memenangi gelar liga untuk pertama kalinya sebagai pelatih bersama Al Sadd, setelah memenanginya sebagai pemain."

    Gol dari Baghdad Bounedjah, Yousuf Abdurisag, dan Rodrigo Tabata memastikan kemenangan atas Umm Salal. Gelar liga itu adalah yang ke-15 dalam sejarah Al Sadd dan menjadi bagian dari total 75 trofi yang sudah dikumpulkan klub itu.

    Xavi mengatakan, "Saya senang berada dalam kelompok pemain, ofisial, staf teknis dan medis ini. Tujuan kami adalah memenangi semua turnamen yang kami ikuti."

    "Terima kasih khusus kepada para penggemar Al Sadd yang mendukung tim dengan kekuatan penuh sepanjang musim dan juga dalam pertandingan kejuaraan melawan Umm Salal. Kami berjanji kepada mereka untuk terus bekerja untuk membuat mereka bahagia dan memenangkan lebih banyak kejuaraan untuk klub."

    Para pendukung tersebut akan berharap pesan Xavi menandakan komitmen jangka panjang untuk perjuangan Al Sadd, mengingat ia sering dirumorkan akan kembali ke klub raksasa La Liga Barcelona, tempat ia menghabiskan seluruh kariernya hingga pindah ke Qatar pada usia 35 tahun.

    Baca Juga: Joan Laporta Hadapi Tantangan Berat Sebagai Presiden Baru Barcelona

    Rumor tersebut sempat hidup kembali selama kampanye untuk memutuskan presiden baru Barcelona. Namun, Joan Laporta yang akhirnya terpilih sebagai presiden pada Ahad, mengindikasikan bahwa Xavi Hernandez mungkin belum memiliki pengalaman yang cukup untuk kembali ke Camp Nou sebagai pelatih kepala. Laporta lebih menyebut Mikel Arteta sebagai pelatih yang ingin dia datangkan buat Barcelona.

    REUTERS | OMNI SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.