Liga Champions, Sevilla Dianggap Tak Layak Dihukum Penalti

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Borussia Dortmund, Erling Braut Haaland berusaha merebut bola dari pemain Sevilla, Jules Kounde dalam Babak 16 Besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, 9 Maret 2021. REUTERS/Leon Kuegeler

    Pemain Borussia Dortmund, Erling Braut Haaland berusaha merebut bola dari pemain Sevilla, Jules Kounde dalam Babak 16 Besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, 9 Maret 2021. REUTERS/Leon Kuegeler

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga kedua babak 16 besar Liga Champions antara Borussia Dortmund vs Sevilla pada Rabu dinihari tadi diwarnai kontroversi hadiah penalti bagi tim tuan rumah. Mantan wasit asal Spanyol, Eduardo Iturralde Gonzalez, menilai Sevilla tak layak mendapat hukuman penalti tersebut.

    Insiden tersebut terjadi pada menit ke-47. Wasit asal Turki, Cunyet Cakir, memberikan penalti kepada Borussia Dortmund setelah melihat tayangan ulang benturan antara Erling Haaland dengan bek Sevilla Jules Kounde.

    Iturralde menyatakan bahwa keputusan Cakir itu salah. Menurut dia, Haaland berpura-pura jatuh saat Kounde menarik kausnya dari belakang.

    "Pertama ada penalti Koundé karena mencengkram kaus Haaland. Itu bukan pelanggaran karena tidak jelas dan nyata," kata Iturralde seperti dilansir media Spanyol AS.

    "Bagi saya itu bukan penalti. Jika kaus anda dicengkeram dari belakang anda tidak akan jatuh ke depan. Para pemain Sevilla memprotes bentrokan itu. Tidak ada apa-apa."

    Kontroversi kedua terjadi setelah Cekir memutuskan mengulang tendangan penalti Erling Haaland tersebut. Penjaga gawang Yassine Bounou berhasil menggagalkan eksekusi tersebut akan tetapi wasit menganggapnya berdiri di depan garis penalti.

    Baca: Liga Champions: Erling Haaland Ungkap Ejekan Penjaga Gawang Sevilla Kepadanya

    Iturralde pun menilai ada yang salah dengan aturan penalti tersebut. Menurut dia, tak ada keuntungan yang didapatkan Bounou karena berdiri hanya sedikit di depan garis gawang.

    "Apakah anda pikir berdiri hanya dua sentimeter di depan garis membuat penjaga gawang mendapatkan keuntungan? Tetapi aturannya seperti itu dan itu akan menghukum anda meskipun hanya berdiri satu sentimeter di depan garis," kata dia.

    Pada laga itu, Borussia Dortmund sempat unggul 1-0 pada menit ke-35. Erling Haaland mencetak gol pertamanya setelah memanfaatkan umpan tarik dari Marco Reus.

    Sevilla baru dapat memperkecil kedudukan lewat tendangan penalti Youssef En-Nesyri pada menit ke-68. Nesyri mencetak gol keduanya pada masa tambahan waktu.

    Hasil imbang 2-2 laga Borussia Dortmund Vs Sevilla itu membuat Erling Haaland cs melaju ke babak perempat final Liga Champions dengan kumulasi 5-4. Pada pertemuan pertama di markas Sevilla, Dortmund menang 3-2.

    AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.