Karir Christian Eriksen di Inter Milan Habis, Kecuali Syarat Ini Terpenuhi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Eriksen. REUTERS

    Christian Eriksen. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Karir Christian Eriksen di Inter Milan dikabarkan usai karena masalah jantung yang dia alami saat membela Timnas Norwegia di ajang Euro 2020. Gelandang serang berusia 29 tahun itu harus mencopot alat bantu di jantungnya jika ingin terus bermain di Liga Italia.

    Eriksen mengalami serangan jantung pada laga pertama Euro 2020 menghadapi Finlandia. Dia tiba-tiba terjatuh di lapangan hingga harus mendapatkan bantuan pernafasan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

    Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, ritme jantung Eriksen disebut tak normal. Dia pun harus menjalani operasi pemasangan alat Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

    Komite Ilmiah FIGC, PSSI-nya Italia, Francesco Braconaro, menyebutkan bahwa Liga Italia melarang semua pemain baik itu amatir maupun profesional menggunakan alat bantu jantung untuk bermain di sana. Karena itu, dia menyatakan Eriksen tak akan mendapatkan izin untuk bermain jika tak mencopot ICD.

    "Christian Eriksen tak akan mendapatkan izin untuk bermain di Italia," kata Braconaro dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio di Italia.

    "Jika dia melepaskan defibriillator itu, dan kemudian masalah jantungnya bisa diatasi, maka dia bisa kembali bermain untuk Inter."

    Kontrak Eriksen bersama Inter Milan sendiri masih tersisa hingga 2024. Belum ada pernyataan dari kedua belah pihak soal nasib kontrak tersebut. Si pemain juga belum menyatakan akan pensiun dini dari lapangan hijau.

    Yang pasti, Inter Milan telah mendatangkan Hakan Calhanoglu dari rival sekotanya, AC Milan, pada bursa transfer musim panas ini. Pemain Timnas Turki itu disebut sebagai calon pengganti Eriksen di lini tengah skuad asuhan Simone Inzaghi musim depan.

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.