UEFA Hukum Timnas Inggris karena Kericuhan Suporter di Final Euro 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Polisi menahan seorang suporter Inggris di luar stadion Wembley saat final Euro 2020 berlangsung. Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    Polisi menahan seorang suporter Inggris di luar stadion Wembley saat final Euro 2020 berlangsung. Action Images via Reuters/Peter Cziborra

    TEMPO.CO, JakartaBadan sepak bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton dan denda kepada Timnas Inggris. Hukuman itu diberikan karena kericuhan yang terjadi di sekitar Stadion Wembley menjelang partai final Euro 2020 pada 11 Juli lalu.

    Inggris diharuskan memainkan dua pertandingan tingkat Eropa tanpa penonton serta dibebani denda senilai 100 ribu euro (Rp 1,6 miliar), demikian rilis keputusan yang disiarkan laman resmi UEFA, Senin malam.

    Hukuman pertandingan tertutup dijatuhkan setelah Komisi Pengendalian, Etik dan Disiplin UEFA menilai asosiasi sepak bola Inggris (FA) gagal menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion.

    Sanksi denda dijatuhkan dengan alasan serupa disertai temuan adanya penonton masuk lapangan, pelemparan obyek ke lapangan di tengah laga dan   gangguan saat lagu kebangsaan lawan dinyanyikan.

    11 Juli lalu, Inggris menghadapi Italia dalam partai final Euro 2020 dan harus melihat lawannya mengangkat trofi juara setelah kalah lewat adu penalti.

    Sebelum kickoff partai final berlangsung, sejumlah penonton tanpa tiket diketahui berusaha menembus pagar Stadion Wembley.

    Sedikitnya 86 orang ditangkap kepolisian London dalam insiden di final Euro 2020 tersebut, sementara parlemen Inggris juga menuntut penjelasan FA mengenai kejadian itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.