Wawancara Khusus Michael Ballack dengan Tempo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Ballack. AP/Michael Sohn

    Michael Ballack. AP/Michael Sohn

    TEMPO Interaktif, Berlin - Michael Ballack, 33 tahun, kapten kesebelasan tim nasional Jerman dipastikan tak bakal memimpin kesebelasannya dalam putaran final Piala Dunia 2010. Tulang jari kaki kanannya retak dan pergelangan pangkal kakinya yang bergeser harus diberi gips. Itu terjadi saat Ballack membela Chelsea dalam final Piala FA, Sabtu (15/5) melawan Porstmouth. Kesembuhannya memakan waktu dua bulan.

    Senin (17/5), Ballack dan keluarganya terbang ke Sisilia, Italia, sampai Minggu (23/5) dengan pesawat jet pribadinya. Ia akan berbaur dengan timnya yang tengah digembleng pelatih nasional Joachim Loew menjelang Piala Dunia 2010 berlangsung di Afrika Selatan 11 Juni sampai 11 Juli.

    Sebelum terbang, wajahnya keruh, seperti menyimpan kekecewaan yang sangat dalam meski tetap berusaha ramah menjawab pertanyaan wartawan. Dia berjalan dengan bantuan dua tongkat penyangga. Beberapa saat menjelang keberangkatannya, Tempo berhasil menghadang Ballack dengan beberapa pertanyaan. Berikut petikannya.

    Tendangan brutal Kevin Boateng menggagalkan niat Anda bersafari ke Afrika
    Selatan. Seberapa besar kemarahan Anda?

    Sangat besar. Saya kecewa dan sedih. Ini adalah peristiwa terpahit dalam
    karier saya.

    Katanya dia sudah dua kali minta maaf. Benarkah?

    Tidak, itu tidak benar.

    Sadarkah Anda kesempatan main di Piala Dunia 2010 terlewatkan?

    Masih belum terasa. Saya tentu saja berusaha melihat jelas ke depan. Dukungan suporter dan teman-teman banyak membantu mengembalikan semangat saya. Ini sangat menolong. Tapi barangkali jika Piala Dunia sudah berlangsung, sakit itu akan sangat terasa.

    Cedera kali ini apakah bisa jadi tanda berakhirnya karier Anda?

    Untungnya tidak sampai seburuk itu. Saya akan pulih setelah delapan pekan. Dokter Hans-Wilhelm-Mueler-Wolfahrt yang merawat mengatakan saya mesti kembali bermain. Bukan menggantungkan sepatu.

    Kenapa Anda terbang ke Sisilia? Apa yang akan Anda lakukan di sana?

    Saya mesti memberi sinyal positif kepada para pemain. Beban berat yang saya alami mesti menjadi kekuatan buat mereka. Sebagai kapten kesebelasan, saya punya banyak pengalaman yang terus ingin saya sumbangkan. Terutama di persiapan menjelang pertandingan besar seperti sekarang.
    Setiap pemain punya arti penting. Tentu ketidaksertaan saya sangat berpengaruh buat mereka. Tapi sekarang semua harus segera meluruskan pandangan dan
    semangatnya. Maka penting artinya jika saya berada bersama mereka, agar
    pemain tidak kehilangan tujuan.

    Apakah Anda tetap akan terbang ke Afrika Selatan?

    Tergantung perkembangan kesehatan saya. Sekarang yang terpenting adalah
    saya berada bersama para pemain. Jika keadaan memungkinkan, tentu saya
    akan ikut ke Afrika Selatan.

    Bastian Schweinsteiger disebut-sebut bakal menggantikan posisi Anda
    sebagai kapten kesebelasan, Anda percaya pada kemampuannya?

    Ini adalah situasi baru buat pelatih dan kesebelasan. Bastian bermain amat
    bagus tahun ini. Jika Bastian terpilih, dia tentu harus melihat tanggung jawab ini dengan lebih seksama. Tapi, saya yakin dia akan berhasil menjalankan perannya.

    Tapi seperti apa kelihatannya, jika Jerman tampil di Piala Dunia tanpa Anda? Buram?

    Tidaklah. Tanpa saya pun tim nasional bermain sangat bagus. Pemain bagus di
    Jerman tidak cuma saya. Saya yakin tim kami akan mempersembahkan permainan
    yang memukau.

    Bagaimana Anda melihat masa depan?

    Karier saya tidak ditentukan oleh ikut tidaknya saya di Piala Dunia. Saya sudah
    beberapa kali juara, kadang nomor satu atau dua. Saya menyukai sepak bola karena ini olahraga yang menyenangkan. Piala Eropa 2012 adalah tujuan berikutnya. Maka saya harus segera pulih. Saya akan memikirkan dengan tenang langkah-langkah yang mesti saya lakukan, di musim panas tahun ini. SRI PUDYASTUTI BAUMEISTER (JERMAN)
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.