Tiket Gratis Laga PSMS Dihapus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Zulkarnain

    Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Medan - Manajemen Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) menghapus pembagian tiket gratis menjelang pertandingan perdana Divisi Utama, Jumat (19/11) besok. Keputusan itu diambil manajemen mengingat dana yang diperlukan PSMS menjalani laga Divisi Utama Wiilayah I amat besar.

    Sekretaris Umum PSMS Medan Idris mengatakan, dalam partai perdana besok, semua penonton yang akan menyaksikan aksi Kurniawan Dwi Yulianto diharapkan membeli tiket. "Kami berharap penonton Medan dan suporter PSMS memahami keputusan ini," kata Idrus kepada Tempo, Kamis (18/11).

    Dalam laga perdana besok sore, Ayam Kinantan akan menjamu Persitara Jakarta Utara. Asisten Pelatih PSMS Suyono yakin dapat meraih poin penuh di kandang. "Skuad PSMS sedang dalam kondisi prima menjelang laga besok. Harapan kami pertandingan perdana ini berhasil memantapkan langkah Ayam Kinantan selanjutnya," kata Suyono, Kamis (18/11).

    Menurut Suyono, mereka sudah mempelajari rekaman pertandingan Persitara untuk menyusun formasi pertandingan besok. "Kami pakai formasi 3-5-2 dengan harapan lini tengah menjadi motor serangan,"ujarnya.

    PSMS masih mengandalkan pemain gaek Kurniawan Dwi Yulianto untuk menyumbang gol. Selain Kurniawan, pemain asing Gaston Castano juga diharapkan memberi warna untuk tim kebanggaan warga Medan ini.

    Persiapan akhir menjelang laga besok terus dilakukan PSMS. Puluhan pemain inti masih terus berlatih di Lapangan Kebung Bunga Medan, markas PSMS. Sementara persiapan Stadion Teladan Medan terus dikejar panitia pelaksana pertandingan.

    Medan menjadi home base bagi dua klub perserta Divisi Utama yakni PSMS Medan dan Pro Titan Medan, tim yang berganti nama dari sebelumnya Pro Duta, bermarkas di Slemen, Yogyakarta.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.