Kongres Luar Biasa PSSI Paling Telat Maret 2012

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kisruh di tubuh Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kian akut. Forum Pengurus Provinsi PSSI mengelar rapat akbar di sebuah hotel di Jakarta, Ahad 18 Desember 2011 malam. Rapat menghasilkan lima keputusan dan salah satunya tetap ingin mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB).

    Lima poin deklarasi itu merupakan pernyataan sikap dari 432 anggota PSSI yang hadir dalam rapat akbar. Mereka juga menyepakati pembentukan Komite Penyelamat Sepak Bola Nasional. Komite ini diminta mengawal kongres luar biasa yang segera akan diusulkan ke PSSI.

    "Kita akan membentuk komite penyelamat sepak bola Indonesia," kata Wakil Ketua Forum Pengprov PSSI Hardi Hasan, dalam rapat akbar di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Ahad, 18 Desember 2011. Forum Pengprov PSSI adalah forum para pengurus PSSI tingkat provinsi se-Indonesia.

    Rapat akbar ini dihadiri perwakilan 27 pengurus PSSI tingkat Provinsi, perwakilan pengurus 18 Indonesia Super League, perwakilan 23 divisi utama, serta 360 klub divisi 1, 2, dan 3. Rapat digelar untuk mengevaluasi kinerja Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.

    Menurut Hardi, kongres luar biasa dengan agenda pergantian kepengurusan diharapkan bisa digelar paling telat 20 Maret 2012.  Saat ini, surat pengajuan kongres luar biasa tersebut akan disampaikan ke PSSI paling lambat Selasa 20 Desember 2011. " Kami memberi waktu hingga 23 Desember untuk menyetujui digelarnya Kongres" ujarnya. " Paling telat kongres 3 bulan dari sekarang"

    Rapat juga menyetujui pembentukan komite penyelamatan sepak bola nasional yang diketuai oleh Toni Apriliani. Tugas dari komite penyelamatan adalah memastikan penyelenggaraan KLB dan bilamana PSSI tidak mau menggelarnya komite penyelamatan dapat mengadakan KLB sendiri.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.