Kubu Winarso Ambil Alih Arema Indonesia IPL  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Arema IPL Andrew Barisic (Kiri) berebut bola dengan pesepkbola Al Ettifaq Saudi Arabia Carlos Santos De Jesus saat pertandingan AFC Cup 2012 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, 18-9, 2012. TEMPO/STR/Aris Novia Hidayat

    Pesepakbola Arema IPL Andrew Barisic (Kiri) berebut bola dengan pesepkbola Al Ettifaq Saudi Arabia Carlos Santos De Jesus saat pertandingan AFC Cup 2012 di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, 18-9, 2012. TEMPO/STR/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Winarso selaku Direktur Utama PT Arema Indonesia IPL mengambil alih kepengurusan Arema. Mereka akan mengandalkan 18 pemain yang sudah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada akhir Januari lalu.

    Kepengurusan Arema pecah sejak Ancora masuk dan menunjuk Nursalam Tabussala sebagai direktur utama. Menyusul mundurnya Ancora, kepengurusan Nursalam jadi tidak jelas. Padahal, kubu Nursalam sudah mendaftarkan 27 pemain ke LPIS pada akhir Januari lalu.

    Dua kubu punya pelatih, ofisial, dan tim masing-masing. Tim Arema versi Winarso dilatih Abdurrahman Gurning, sedangkan Arema versi Nursalam dilatih Dejan Antonic.

    Manajer Umum Arema LPI Abriadi Muhara membenarkan mundurnya Ancora. Konfirmasi dari Abriadi membenarkan klaim dari Erpin Yuliono, pengacara kubu Winarso. Klaim Erpin sempat disangkal kubu Nursalam. Pada Senin lalu, Erpin memastikan Ancora tidak lagi mengelola Arema per 1 Februari tahun ini.  

    Keretakan manajemen membuat galau para pemain Arema kubu Nursalam yang diasuh Dejan Antonic. Tim ini diperkuat sejumlah bekas pemain Arema era pelatih Belanda, Robert Rene Alberts, dan menjuarai Liga Indonesia musim 2009. Mereka antara lain Noh Alam Shah dan Roman Chmelo. Dua pemain ini masih diidolakan banyak Aremania.

    Dejan sendiri mengaku keretakan manajemen sangat mengganggu konsentrasi tim pelatih dan pemain. Pelatih berdarah Serbia dan berkebangsaan Hong Kong ini sangat mencemaskan timnya menjadi korban dari sengketa manajemen, seperti memuncak dengan hadirnya dua tim di Stadion Gajayana untuk melawan Bontang FC pada 11 Februari 2012. Tapi waktu itu Nursalam dan Winarso belum benar-benar beredar di Malang.

    “Saya datang ke sini buat bantu Arema karena saya masih percaya orang-orang di sini,” kata Dejan. Ia mengaku masih fokus di Arema meski sudah ada lima klub yang meminta tenaganya.
    Dejan meminta kedua kubu yang bertikai memastikan penyelesaian sengketa mereka agar nasib para pemain, tim pelatih, dan ofisial tim makin tidak menentu.

    ABDI PURMONO

    Terpopuler:
    Bermain Setengah Lapangan, Indonesia Ditekuk Irak

    Inilah Agenda Milan Glorie Selama di Indonesia

    Ronaldo Yakin Madrid Kalahkan MU

    Wakil Presiden AC Milan Menghina Balotelli

    Neymar: Inggris Bukan Rival Brasil di Piala Dunia

    Van Basten Ingin Latih Balotelli

    Belanda Waspadai El Shaarawy Ketimbang Balotelli

    Lazio Ikat Saha Sampai Akhir Musim Ini

    Paruh Babak, Indonesia Tahan Imbang Irak

    Liverpool, Klub Idola Si Kiper Suap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.