Nigeria Jawara Benua Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain timnas Nigeria merayakan keberhasilan meeka menjuarai turnamen Piala Afrika 2013. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Para pemain timnas Nigeria merayakan keberhasilan meeka menjuarai turnamen Piala Afrika 2013. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO.CO, Johanesberg - Stephen Okechukwu Kesh tak asal bicara ketika tim nasional sepak bola Nigeria, yang dibesutnya, menjalani pemusatan latihan di Portugal sebelum Piala Afrika 2013 digelar, akhir Januari lalu. Saat itu, pelatih berusia 62 tahun ini mengatakan mereka bakal pulang membawa piala.

    "Sejak awal saya percaya kami akan menjadi juara," kata Kenshi. "Tapi saat itu tidak ada seorang pemain pun yang percaya. Mereka bahkan mengira saya hanya ingin menghibur. Tapi saat kami sampai ke babak final, mereka mulai percaya."

    Ramalan Kenshi memang terbukti. Tim berjuluk Elang Super ini sukses menaklukkan Burkina Faso dengan skor 1-0 di laga final Piala Afrika 2013 yang digelar di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, Senin  dinihari, 11 Februari 2013. Di bawah sorotan 90 ribu pasang mata di tribun stadion, Victor Moses dan kawan-kawan tampil apik.

    Mereka nyaris menguasai 90 menit pertandingan dengan terus menekan dan memainkan tempo pertandingan. Hasilnya, pemain berusia 24 tahun, Sunday Mba, sukses membobol gawang Burkina Faso di menit ke-40. Ia memanfaatkan umpan Moses, kemudian menggiring bola melalui sayap kanan sebelum mengoyak gawang Burkina Faso.

    Burkina Faso bukan tak melawan. Mereka berusaha membalas, terutama di 20 menit sebelum laga berakhir. Namun nasib mujur belum berpihak ke mereka. Hingga laga berakhir, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Nigeria. Mimpi mereka memboyong trofi paling bergengsi di Benua Hitam itu pun kandas. 

    "Pemain mungkin kelelahan, tapi saya tidak ingin mencari alasan," kata pelatih Burkina Faso, Paul Put. "Mereka telah bertarung habis-habisan hingga menit akhir. Saya bangga dan seluruh Burkina bangga melihat mereka.” 

    Meski gagal, pencapaian Burkina Faso di Piala Afrika kali ini cukup mengejutkan. Mereka sempat mengalahkan tim favorit Togo di perempat final dan membenamkan Ghana di semifinal. Dan ini pertama kalinya mereka tampil di final. "Kami tak pernah sampai ke tahap ini sebelumnya," kata Paul. Selama ini, mereka memang selalu mentok di semifinal.

    Bagi Nigeria, kemenangan ini mengakhiri penantian panjang mereka setelah 19 tahun tanpa gelar. Kemenangan ini sekaligus melengkapi dua Piala Afrika yang mereka raih sebelumnya, yakni Piala Afrika 1994 dan 1980. Sedangkan bagi Kenshi, kemenangan ini membuatnya menjadi orang kedua yang pernah memenangi gelar ini sebagai pelatih dan pemain. Kenshi pernah menyandang ban kapten di tim nasional Nigeria saat mereka meraih trofi Piala Afrika 1994. 

    Viktor Moses, pemain klub elite Liga Premier Inggris, Chelsea, yang nekat bermain meski dihantui cedera, pun langsung memeluk rekan-rekannya begitu pertandingan berakhir. Ia memang tak mencetak gol, tapi pergerakan dan umpan-umpan akuratnya membuatnya terpilih sebagai bintang lapangan.

    "Ini menjadi hari yang terindah dalam hidup saya, karena ini mimpi yang kami perjuangkan dan akhirnya menjadi nyata," kata Moses. Sehari sebelum laga final, ia sempat cedera dan tak mengikuti sesi latihan. "Kemenangan ini untuk setiap orang di sana (Nigeria)." Moses sempat bermain di tim junior Inggris selama lima tahun sebelum akhirnya memilih memperkuat Nigeria, kampung halamannya. "Saya bangga jadi orang Nigeria." 

    Dengan kemenangan ini Nigeria berhak mendapat satu tiket ke Piala Konfederasi 2013, yang akan digelar di Brasil, musim panas nanti. Mereka akan berada satu grup dengan Spanyol, Uruguay, dan Tahiti.

    REUTERS | SKY SPORTS | DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?