Mantan Pelatih Spanyol Luis Aragones Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain timnas Spanyol menggotong pelatih mereka, Luis Aragones dalam upacara penyambutan di Madrid, 30 Juni 2008, setelah memenangkan Piala Eropa 2008. Federasi sepak bola Spanyol mengabarkan, bahwa Aragones meninggal dunia pada usia 75 tahun. AP/Victor R. Caivano

    Para pemain timnas Spanyol menggotong pelatih mereka, Luis Aragones dalam upacara penyambutan di Madrid, 30 Juni 2008, setelah memenangkan Piala Eropa 2008. Federasi sepak bola Spanyol mengabarkan, bahwa Aragones meninggal dunia pada usia 75 tahun. AP/Victor R. Caivano

    TEMPO.CO, Madrid - Mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Aragones, 75 tahun, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Madrid, Sabtu, 1 Februari 2014, pukul 12 WIB. Dia dianggap peletak pondasi kesuksesan Spanyol merajai sepakbola dunia, setelah menjuarai Piala Eropa 2008.

    Aragones ditunjuk sebagai pelatih La Furia Roja pada 2004. Dia langsung membuat perubahan radikal dengan mencoret nama besar seperti Raul dan Michel Salgado, serta memainkan umpan pendek-cepat layaknya Barcelona. Rumus itu terbukti sukses. Xavi cs menggulung Jerman, 1-0, di final Piala Eropa 2008 dan membawa Spanyol meraih gelar pertama mereka.

    "Dia yang membuat kami meraih piala itu," ujar Xabi Alonso, gelandang tim nasional Spanyol, Sabtu, 1 Februari 2014. Pemain Real Madrid itu mengatakan dua tahun awal kepemimpinan Aragones tergolong berat karena mereka ditinggalkan sederet pemain senior. "Tapi pelatih bertahan pada pilihannya dan mempercayai kami, dan terbukti tepat."

    Aragones mundur dari kursi pelatih hanya beberapa saat setelah kesuksesan itu. Namun, formula yang sama digunakan penerusnya, Vicente Del Bosque, yang mengantarkan tim matador jadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. "Kami terkejut dan berduka atas kepergian Luis Aragones," demikian pernyataan Federasi Sepakbola Spanyol. "Dia merupakan mantan pelatih dan pemain hebat yang menuai kesuksesan di tingkat dunia."

    Pelatih yang dijuluki "Si Bijak dari Hortaleza"--mengacu pada distrik tempat kelahirannya di Madrid, 28 Juli 1938--itu merupakan pemain legendaris Atletico Madrid. Dia bermain di sana antara 1966 dan 1973 dan mempersembahkan tiga gelar juara La Liga. Aragones juga jadi top skorer Atletico musim 1969-1970 dan bermain 11 kali untuk negaranya.

    Aragones memulai karir sebagai pelatih di Atletico Madrid pada 1974. Dia memegang delapan medali juara La Liga untuk Atletico dan Barcelona. Terakhir, dia memimpin Fenerbahce ke final Piala Turki musim 2008-2009. "Seorang legenda besar Rojiblancas--julukan Atletico--telah meninggalkan kita," demikian pernyataan Atletico.

    BBC | GOAL | REZA MAULANA

    Berita Lain
    Irfan Bachdim Lulus Tes Medis di Ventforet Kofu
    Llorente Antusias Sambut Kedatangan Osvaldo
    Spurs Pinjamkan Holtby ke Fulham
    Cedera Lagi, Aguero Absen Satu Bulan
    Kroos Bantah Hijrah ke Manchester United


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.