Impian Gareth Bale di Kampung Halaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gareth Bale. REUTERS/Sergio Perez

    Gareth Bale. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Cardiff - Laga Piala Super Eropa antara Real Madrid dan Sevilla baru akan digelar dinihari nanti, Rabu, 13 Agustus 2014. Namun keriuhan sudah terlihat di Cardiff City Stadium--tempat laga itu akan digelar--sejak kemarin.

    Tiga trofi paling bergengsi di Eropa, yakni Liga Champions, Liga Eropa, dan Piala Super Eropa, dijejer di salah satu tribun. Ratusan orang berebut memotretnya. Maklum, baru kali Cardiff menjadi tuan rumah.

    "Suasana di sini benar-benar heboh. Orang-orang datang ke stadion, berbaur bersama, dan membicarakan pertandingan ini," ujar Guillem Balague dari Sky Sports, kemarin. "Para pendukung Madrid dan Sevilla dari Spanyol juga telah bergabung."

    Piala Super Eropa memang baru kali ini digelar di Kota Cardiff. Biasanya, duel antara pemenang Liga Champions dan juara Liga Eropa itu selalu berlangsung di Stade Lois II di Monaco. Namun, sejak 2012, UEFA mencabut "monopoli" Monaco.

    Tahun lalu, Piala Super digelar di Praha, Republik Cek. Dan tahun ini, Cardiff ditunjuk menjadi tuan rumah. Keputusan ini, tentu saja, membuat kota berpenduduk 350 ribu itu bergairah. Sebab, selain bisa melihat langsung nama-nama beken macam Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Karim Benzema, mereka juga akan melihat aksi tetangga mereka sendiri: Gareth Bale. (Baca: Gareth Bale Ingin Jadi Inspirasi Anak Muda Indonesia)

    Gelandang Real Madrid itu memang "anak asli" Cardiff. Ia lahir 25 tahun lalu di kota tersebut dan besar di sana. "Meski Madrid memiliki bintang-bintang baru, namun pusat perhatian dinihari nanti akan tertuju ke Bale," tutur Guillem Balague.

    Bale sendiri sudah mempersiapkan laga ini jauh hari sebelumnya. Bagi dia, bermain di kampung sendiri dengan seragam Real Madrid seperti mimpi. "Saya selalu memimpikan bisa memenangi trofi di Cardiff bersama Madrid," ujarnya.

    Mimpi Bale itu akan semakin sempurna jika ia mencetak gol dan Madrid memenangi laga ini. Bale pernah melakukannya pada Oktober 2013 ketika Madrid mencukur Sevilla 7-3. Saat itu Bale mencetak dua gol. Itu adalah laga pertamanya di Santiago Bernabeu--markas Real Madrid. (Baca: Gareth Bale Ingin Wujudkan Impian Juara La Liga)

    Data statistik kedua tim juga berpihak pada Real Madrid. Dari lima pertemuan dengan Sevilla, misalnya, El Real mengantongi tiga kemenangan dan dua kekalahan. "Saya tahu, ini tidak akan mudah, tapi saat ini kami memiliki pemain-pemain hebat," kata Bale.

    Meski begitu, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, tak ingin sesumbar. Don Carlo--begitu Ancelotti disapa--menganggap Sevilla bukan tim yang bisa diremehkan. Apalagi persiapan Madrid juga tak optimal.

    "Kami tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan pertandingan ini, karena para pemain baru tiba di Madrid 5 Agustus lalu," tutur Ancelotti. "Saya berharap mereka dalam kondisi yang fit setelah latihan keras selama sepekan ini."

    Gareth Bale dan para pemain Madrid tiba di Cardiff Airport sore kemarin. Entah menang atau kalah, Bale telah memenuhi impiannya untuk tampil di kampungnya sendiri dengan seragam kebesaran Real Madrid.

    SKY SPORTS | FOOTBALL ESPANA | DWI AGUSTIAR


    Baca Juga: 
    Alasan Van Gaal Ngotot Dapatkan Di Maria
    Arturo Vidal Tanda Tangani Jersey MU
    Timnas U-19 Menyerah kepada Brunei Darussalam
    Klose Pensiun dari Timnas Jerman
    Fans Barca Pilih Vermaelen-Bartra di Bek Tengah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.