Menpora Bilang Ada yang Harus Dibenahi Selain Bola, Apa Itu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi menunjukkan Buku Cetak Biru dan Peta Jalan tentang Persepakbolaan di Indonesia usai mengumumkan nama-nama yang tergabung dalam tim transisi PSSI di Jakarta, 8 Mei 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Menpora Imam Nahrawi menunjukkan Buku Cetak Biru dan Peta Jalan tentang Persepakbolaan di Indonesia usai mengumumkan nama-nama yang tergabung dalam tim transisi PSSI di Jakarta, 8 Mei 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan, saat ini ada prioritas lain yang harus segera dituntaskan selain permasalahan sepak bola nasional. "Saat ini kami lagi berpikir bagaimana percepatan Satlak Prima. Masih banyak lagi yang harus diselesaikan," kata Menpora Imam Nahrawi di rumah dinasnya di kompleks Widya Candra, Jakarta, Rabu malam, 2 September 2015

    Menurut dia, selain Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang saat ini fokus dalam pemilihan ketua, prioritas yang harus segera dituntaskan akan dualisme kepengurusan yang banyak terjadi pada pengurus besar cabang olahraga. Bahkan, kata Menteri Imam, khusus untuk penyelesaian dualisme kepengurusan pengurus besar cabang juga mendapat dorongan dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan ini juga harus secepatnya diselesaikan.

    "Makanya, kami mendorong untuk segera diselesaikan. Jika tidak, bisa saja pemerintah akan mengambil alih dan membantu menyelesaikannya," kata Imam.

    Saat ini, Indonesia diharapkan mengikuti beberapa kejuaraan besar yang menuntut dipersiapkan dengan baik. Kejuaraan paling dekat yang harus diikuti oleh atlet yang sudah lolos kualifikasi adalah Olimpiade Rio de Janeiro 2015 yang akan berlangsung Agustus.

    Selain itu, Indonesia harus menghadapi SEA Games 2017 di Malaysia. Satu tahun berikutnya bahkan Indonesia akan punya hajatan besar, yaitu menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Kondisi ini dinilai harus dipersiapkan dengan baik, termasuk mencari dukungan dari pengurus besar cabang olahraga.

    Ditanya ihwal penyelesaian persepakbolaan nasional, pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu mengaku sedang berjalan. Hanya, pihaknya belum menjelaskan dengan detail apa yang telah dilakukan, meski saat ini Kemenpora telah menjadi pemrakarsa Piala Kemerdekaan. "Semuanya sudah berjalan. Tapi ada yang lebih penting yang harus segera dituntaskan," kata pria kelahiran Bangkalan, Madura, itu.

    Kompetisi persepakbolaan nasional saat ini berhenti. Beruntung ada beberapa pihaknya yang ingin menggelar turnamen, di antaranya Piala Presiden yang digagas Mahaka serta Piala Kemerdekaan yang dimotori Tim Transisi. 

    ANTARA | PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.