Real Madrid Lawan Shakhtar, Drama Lanjutan Benitez Vs Ronaldo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Real Madrid, Rafa Benitez berbicara pada Luka Modric dan Marcelo ditengah sesi latihan jelan pertandingan El Clasico di Madrid,  Spanyol, 20 November 2015.  REUTERS/Paul Hanna

    Pelatih Real Madrid, Rafa Benitez berbicara pada Luka Modric dan Marcelo ditengah sesi latihan jelan pertandingan El Clasico di Madrid, Spanyol, 20 November 2015. REUTERS/Paul Hanna

    TEMPO.CO, Jakarta - Cristiano Ronaldo dan Rafael Benitez akan jadi sorotan saat Real Madrid melawan Shakhtar Donetsk di Arena Lviv dalam laga penyisihan Grup A Liga Champions yang akan digelar Kamis dinihari. Kedua sosok ini sebelumnya seperti berebut pengaruh di depan presiden klub, Florentino Perez.

    Setelah Real Madrid dikalahkan Barcelona 4-0 dalam duel El Clasico Sabtu lalu, Ronaldo memberi ultimatum soal Benitez: “Real Madrid harus memilih saya yang pergi atau dia”. Ini untuk kedua kali Ronaldo membidik Benitez dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, setelah Madrid ditekuk Sevilla dalam laga lanjutan La Liga, ia juga berujar kepada Perez, "Real Madrid tidak akan memenangi gelar apapun bersama Benitez".

    Perang dingin antara Ronaldo dan Benitez memang bukan cerita baru. Namun kemarahan Ronaldo ditambah kekalahan besar mereka dari Barcelona membuat posisi Benitez kini benar-benar terpojok.

    "Tentu saja, kekalahan itu tidak bisa dibebankan kepada Benitez seorang. Tapi orang akan lebih mudah menyalahkan pelatih," kata agen Cristiano Ronaldo, tulis analis olahraga, Guillem Balague.

    "Di Real Madrid, setiap performa buruk pasti ada konsekuensinya. Jadi apa yang akan dilakukan Florentio Perez (Presiden Real Madrid)?" ujar Balague. "Mungkin ia akan mencari pelatih baru."

    Tekanan terhadap Benitez tak hanya datang dari media, tapi juga datang dari para pendukung Real Madrid. Seusai laga kontra Barcelona, misalnya, mereka menyerukan agar Benitez segera dipecat.

    Benitez belum menanggapi "serangan" Ronaldo dan desakan mundur terhadap dirinya. Marca, harian olahraga di Spanyol, menyebutkan Benitez memilih meliburkan pemainnya setelah kekalahan telak itu. "Para pemain tidak berlatih sehari setelah kekalahan besar itu. Mereka baru akan menganalisis kesalahan yang terjadi di El Clasico setelah Senin," demikian seperti ditulis dalam Marca.

    Meliburkan pemain kemungkinan menjadi strategi Benitez untuk menurunkan tensi yang saat ini sedang meninggi. Selain itu, tentu saja liburan diberikan agar para pemain bisa beristirahat. Sebab, mereka sudah harus terbang ke Ukraina untuk menantang Shakhtar Donetsk di Arena Lviv dalam laga penyisihan Grup A Liga Champions yang akan digelar Kamis dinihari.

    Real Madrid saat ini menguasai puncak klasemen dengan 10 poin. Mereka unggul 7 poin dari Shaktar Donetsk yang berada di peringkat tiga. Dengan hanya dua laga tersisa, mustahil bagi Donetsk menyalip Real Madrid.

    Bisa dibilang, pertandingan ini bukan laga krusial bagi Los Blancos, julukan Real Madrid. Sebab, mereka telah mengantongi satu tiket ke babak 16 besar. Namun, bagi Benitez, kalah jelas bukan pilihan. Sebab, kekalahan di laga ini bisa membuat tuntutan pemecatan terhadap dirinya semakin hebat.

    Apalagi Florentino Perez tidak memberikan jaminan apapun untuknya. "Kami mendukung Benitez sepenuhnya," kata Perez. "Tapi saya tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan."

    Perkiraan Pemain

    Shakhtar Donetsk 4-2-3-1: Pytov; Srna, Kucher, Rakitsky, Ismally; Fred, Dentinho; Marlos, Bernard, Talson; Gladky.

    Real Madrid 4-2-3-1: Navas; Danilo, Varane, Ramos, Marcelo; Modric, Kroos; Rodriguez, Bale, Ronaldo; Benzema.



    AS | MARCA | SKY SPORTS | THE TELEGRAPH | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.