Delapan Bulan Ceidera, Ribery Kembali Berlatih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Franck Ribery melakukan selebrasi usai menjebol gawang AS Roma, dlam lanjutan Liga Champions di Munchen, Jerman, 6 November 2014. Bayern Munchen menang 2-0. AP/Kerstin Joensson

    Franck Ribery melakukan selebrasi usai menjebol gawang AS Roma, dlam lanjutan Liga Champions di Munchen, Jerman, 6 November 2014. Bayern Munchen menang 2-0. AP/Kerstin Joensson

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sayap Prancis, Franck Ribery, mengakui gembira dapat kembali mengikuti latihan bersama Bayern Muenchen untuk pertama kalinya pada Rabu, 2 Desember 2015, setelah absen selama delapan bulan karena cedera.

    "Ini merupakan hari super dan sangat emosional bagi saya," kata Ribery setelah menepi selama 264 hari karena cedera pergelangan kaki yang dideritanya pada 11 Maret 2015.

    Pemain 32 tahun itu berharap dapat kembali bermain pada Desember ini dalam pertandingan liga saat timnya melawat ke Ingolstadt. Namun pertandingan kunci pada Sabtu mendatang melawan tim peringkat keempat, Borussia Moenchengladbach, tentu terlalu dini untuk dimainkannya.

    "Ini merupakan cedera panjang pertama sepanjang karier saya dan merupakan situasi yang sulit untuk saya," ucapnya. "Namun itulah sepak bola dan itulah hidup. Yang penting adalah selalu mengangkat kepala Anda dan bekerja keras."

    Ribery terakhir kali mengenakan kaus merah Bayern saat tim itu menang 7-1 atas Shakhtar Donetsk di Liga Champions pada Maret lalu, ketika ia harus meninggalkan lapangan karena pergelangan kakinya bengkak.

    Cedera itu baru mulai membaik pada Oktober lalu, ketika ia kembali menjalani latihan individual. Bahkan ia sempat menggunakan mesin lari antigravitasi--tipe yang dikembangkan NASA untuk melatih para astronaut--saat menjalani rehabilitasi.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.