Bali United Tanpa Pemain Asing, Ini Alasan Indra Sjafri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bali United, Indra Sjafri (tengah) saat memberikan keterangan pers mengenai status kontrak pemain jangka panjang di Kuta, Bali, 1 Januari 2016. Tempo/Bram Setiawan

    Pelatih Bali United, Indra Sjafri (tengah) saat memberikan keterangan pers mengenai status kontrak pemain jangka panjang di Kuta, Bali, 1 Januari 2016. Tempo/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Kuta - Memasuki tahun kedua, Bali United masih tetap mengandalkan pemain lokal. Pelatih tim berjulukan Serdadu Tridatu, Indra Sjafri, menegaskan bahwa programnya pembangunan timnya di tahun ini masih dalam tahap pematangan tim. Apabila ingin berbicara soal pencapaian prestasi, semua akan terwujud pada tahun ketiga nanti.

    Mantan pelatih tim nasional U-19 itu mengibaratkan tim asuhannya seperti rumah baru. Perekrutan pemain-pemain di timnya merupakan sebuah upaya membangun rumah yang utuh. Pola penjaringan pemain, kata dia, melalui proses yang benar-benar mencari bukan sekedar memakai pemain yang sudah jadi.

    Pada awal tahun 2016, Bali United dengan cepat mengumumkan 20 pemain yang sudah menandatangani kontrak baru. Durasi kontrak mereka berbeda-beda. Sebanyak 11 pemain dikontrak selama 4 tahun, satu pemain dikontrak 3 tahun, dan 8 pemain kontrak setahun. Semuanya pemain lokal.

    “Yang jadi tantangan bagi saya, saya ingin meyakinkan bangsa Indonesia tanpa pemain asing penonton juga bisa berjubel-jubel ke stadion. Yakinlah tim ini akan dibangun oleh material-material yang suatu saat akan menjadi tim yang sangat kuat,” katanya dalam konferensi pers di Mes Bali United, Kuta, Jum’at, 1 Januari 2015 lalu.

    Pelatih berdarah Minang itu menjelaskan sesuai dengan tahapan dalam program kerja lima tahun Bali United. Indra mengatakan bukan hal yang tidak mungkin skuad Serdadu Tridatu akan diperkuat oleh pemain asing di tahun ketiga nanti.

    “Sesuai dengan tahapan tadi di tahun ketiga Bali United sudah masuk di kompetisi yang resmi. Secara marketing, contohnya Datsun mulai tahun ini akan mensponsori Bali United dan bisa saja pemain top di Jepang dibayar, misalnya oleh Datsun dan bermain di sini (Bali United), itu mungkin,” ujarnya.

    Selain itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan. Di tahapan tersebut skuad Bali United akan diperkuat oleh pemain asal negeri Kangguru. “Saya mengusulkan ke manajemen mau satu pemain Australia, karena secara marketing orang Australia banyak di Bali. Dalam konteks itu sepak bola sebagai industri, kami tidak menampik,” tuturnya.

    “Tapi sekarang, berikan waktu kami membangun tim anak-anak bangsa dulu. Tolong itu dipahami, saya tidak menampik asing, tetapi kapan harus asing nanti akan kami bicarakan dengan owner dan marketing,” tambahnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.