Liverpool Hadapi MU, Mane Bebas Menusuk dengan Cepat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool, Sadio Mane. (Sky Sports)

    Penyerang Liverpool, Sadio Mane. (Sky Sports)

    TEMPO.COJakarta - Liverpool akan menjamu Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Senin dinihari mendatang. Tim berjulukan The Reds itu akan kembali mengandalkan Saido Mane di lini depannya.

    Mane, 24 tahun, menjadi bagian dari lini depan Liverpol yang dinamis. Ia, bersama Phillipe Coutinho, Daniel Sturridge, Roberto Firmino, dan Adam Lallana, diberi kebebasan oleh Juergen Klopp untuk bergerak bebas tanpa mempersoalkan posisi asli mereka.

    Kebebasan seperti itu ikut membantu Liverpool tampil tajam. Klub tersebut sudah mencetak 26 gol dalam sembilan laga berbagai kompetisi musim ini, yang 18 di antaranya dicetak dalam Liga Inggris. Jumlah golnya sama dengan yang dikoleksi Manchester City pada puncak klasemen. Liverpool sendiri kini berada pada urutan keempat klasemen dengan nilai 16 dari tujuh laga, terpaut dua angka dari City dan unggul tiga angka dari MU.

    Mane sejauh ini sudah menyumbang tiga gol dalam enam tampilannya bersama Liverpool. Meski golnya tak banyak, kehadiran pemain asal Senegal ini sesungguhnya sudah memberikan nilai lebih buat Liverpool. Kecepatannya kerap membuat lawan kerepotan, juga mengundang lebih banyak bek untuk mengawalnya, membuat rekan setimnya lebih leluasa bergerak tanpa kawalan. 

    Sejauh ini, Mane sudah menciptakan tak kurang dari delapan peluang bagi timnya. Ia juga memiliki akurasi tendangan mencapai 71 persen dan akurasi umpan 79 persen. Dalam duel dengan pemain lawan, ia mampu memenangi 54 persen di antaranya. 

    Mane mengatakan Klopp sudah memberikan instruksi jelas buat semua pemain depan. "Ini adalah sebuah sistem yang setiap orang tahu tugasnya. Roberto, Coutinho, Studge, Adam… kami tahu permainan masing-masing," katanya. "Menjadi lebih mudah bagi kami karena sistem yang ada dan kami menikmatinya. Apakah saya bermain di depan atau melebar, tak lagi benar-benar penting. Manajer menyatakan kami bebas memasuki daerah berbahaya untuk menyakiti lawan."

    MIRROR | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.