Madura United Susah-Payah Taklukkan Persija  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persepam Madura United, Ali Khadafi (kiri) mencoba melewati hadangan pemain Persija Jakarta, Syahrijal dalam laga lanjutan Super Liga Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Kamis (14/3). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pemain Persepam Madura United, Ali Khadafi (kiri) mencoba melewati hadangan pemain Persija Jakarta, Syahrijal dalam laga lanjutan Super Liga Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Jateng, Kamis (14/3). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta – Tuan rumah Madura United berhasil menang 1-0 atas Persija Jakarta, yang tampil tanpa delapan pemain intinya, dalam pertandingan Indonesia Soccer Championship di Pamekasan, Minggu malam, 20 November 2016. Gol tunggal Madura dicetak Erick Weeks pada menit ke-30.

    Lewat dua penyerangnya, Pacho dan Greg Nwokolo, Persija Jakarta mampu menciptakan beberapa peluang. Greg, yang tampil cemerlang, sempat mendapatkan peluang mencetak gol pada menit ke-37 dan ke-45. Namun barisan pertahanan Madura United, yang dikawal Fabiano Beltrame dan Munhar, berhasil mencegah gawang yang dijaga Herry Prasetyo dari kebobolan.

    Gelandang Persija, Rama Dika, juga sempat mendapat peluang mencetak gol. Namun sayang, bola hasil tendangan kerasnya dapat diblok oleh Herry Prasetyo. 

    Begitu pun tim Madura United, lewat dua penyerangnya, Erick Weeks dan Patrick Wanggai, serta Engelbed Sani di sektor sayap, tak henti membombardir gawang Persija yang dijaga Daryono. Lewat sebuah serangan yang dipadukan dengan umpan satu-dua dengan Patrick Wanggai, Erick Weeks yang tanpa pengawalan berhasil membobol Persija pada menit ke-30. Skor 1-0 milik tuan rumah bertahan sampai turun minum.

    Pada babak kedua, hingga menit ke-75, Madura United berada di bawah tekanan. Serangan yang dibangun Ramdani Lestaluhu dan Greg Nwokolo membuat kiper Madura, Herry, jatuh-bangun menangkap bola. Serangan Persija baru kendur setelah pelatih Alhadad mengganti Lestaluhu dengan Bambang Pamungkas. Pemain kawakan ini tak mampu berbuat banyak. Peluang Persija di babak kedua lebih banyak dihasilkan lewat aksi individu Greg Nwokolo. 

    Situasi ini direspons pelatih Madura United, Gomes De Oliviera, dengan memasukkan Asep Berlian dan menarik Elthon Maran ke luar. Gomes juga mengganti Slamet Nur Cahyo dengan Rosi Noprihanis. Strategi ini berhasil: Madura balik menekan Persija. Gelandang serang Engelbed Sani tercatat enam kali mendapat peluang, tapi tak satu pun jadi gol. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol lagi tercipta. Madura unggul 1-0 atas Persija Jakarta dengan susah-payah.

    Dengan kemenangan ini, Madura United menggeser Persipura Jayapura di posisi kedua. Pemuncak klasemen tetap dihuni Arema Cronus dengan poin sama, yaitu 35 poin berbeda selisih gol. 

    Pelatih Gomes De Oliviera mengatakan kemenangan atas Persija merupakan kemenangan penting untuk menjaga asa menjadi juara ISC. “Apa pun kondisi Persija, mereka tim besar dan sulit dikalahkan,” kata dia seusai pertandingan.

    Menurut Gomes, pertandingan malam ini merupakan salah satu pertandingan tersulit bagi Fabiano dan kawan-kawan karena Persija selalu menekan dan menciptakan banyak peluang. “Tapi kami bisa atasi itu dengan memasukkan Asep, kami bisa kontrol permainan,” tuturnya.

    Striker Persija, Greg Nwokolo, mengkritik kepemimpinan wasit. Dia menilai wasit banyak membuat keputusan yang tidak tepat atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. “Wasit kurang jeli, keputusannya kurang tepat, tapi inilah hasil akhirnya,” kata Greg.

    MUSTHOFA BISRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.