Laga Penentuan Timnas, Pelatih Singapura Waspadai Boaz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola timnas Indonesia Boaz Salossa (kiri) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia pada laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, 6 September 2016. ANTARA/Maulana Surya

    Pesepak bola timnas Indonesia Boaz Salossa (kiri) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia pada laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, 6 September 2016. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Singapura, V. Sundramoorthy, menginstruksikan pemainnya untuk menghentikan pergerakan striker Indonesia, Boaz Solossa, dalam pertandingan terakhir Grup A yang digelar di Rizal Memorial Stadium, Jumat malam, 25 November 2016. Boaz dinilai berbahaya karena dalam dua pertandingan sebelumnya selalu mencetak gol.

    "Kita tahu Boaz Salossa adalah pemain yang sangat bagus. Kita harus menemukan cara untuk menghentikannya," kata Sundramoorthy

    Indonesia dan Singapura sama-sama mengemas nilai 1, sedangkan Filipina memiliki poin 2, dan Thailand 6. Agar bisa lolos, Indonesia harus menang atas Singapura dan berharap Filipina tak mengalahkan Thailand pada laga lain.

    Sundramoorthy mengaku sudah mempelajari kelemahan Indonesia. "Kami telah menganalisis Indonesia dan melihat kelemahan mereka," ucapnya. "Kami akan mencoba dan mengeksploitasi kelemahan mereka. Kami juga akan melihat kekuatan mereka dan datang dengan taktik permainan kami."

    Dalam dua laga sebelumnya, Singapura dikalahkan Thailand dan ditahan Filipina. "Kami sudah menjalani dua pertandingan yang baik. Kami kurang beruntung saat melawan Thailand," ujarnya merujuk kekalahan 1-0 yang dialami timnya. "Indonesia adalah tim yang sangat baik dengan pemain bagus. Kami berfokus pada tim kami sendiri dan berusaha meraih kemenangan."

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.