Boaz Solossa Ingin Pensiun dari Timnas, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola timnas Indonesia Boaz Salossa (kiri) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia pada laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, 6 September 2016. ANTARA/Maulana Surya

    Pesepak bola timnas Indonesia Boaz Salossa (kiri) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia pada laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, 6 September 2016. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Boaz Theofillius Erwin Solossa, 30 tahun, mengutarakan niat pensiun membela tim nasional sepak bola Indonesia seusai Piala Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) 2016. Boaz merasa, pada usianya sekarang, akan sulit baginya tampil maksimal lagi saat membela tim Indonesia.

    Meski mengatakan masih mempertimbangkan,  Boaz yakin sudah ada pemain-pemain muda di skuad Garuda untuk menggantikannya. Ia meyakini  permainan sepak bola harus sejalan dengan regenerasi pemain.  

    “Mereka punya kemampuan untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia,” kata Boaz seusai laga melawan Thailand pada babak final kedua Piala AFF 2016, di Bangkok, Sabtu pekan lalu.

    Boaz merupakan salah satu penyerang tertajam di Indonesia. Ia mencetak 14 gol dari 42 penampilannya di tim nasional. Ia membela klub Persipura Jayapura sejak 2005 sampai sekarang dengan mencetak 138 gol dari 199 kali pertandingan.

    Baca:Boaz Solossa Segera Pensiun, Timnas Krisis Striker

    Boaz juga mencetak 11 gol di kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016 dan mengantarkan tim Mutiara Hitam ini menjadi juara.

    Pemain kelahiran Sorong, Papua, 16 Maret 1986, ini memulai karier sepak bola di klub Persiss Sorong pada 1998-1999. Ia pindah ke Perseru Serui pada 2000-2001. Ia pun membela tim Papua pada Pekan Olahraga Nasional 2002-2004.

    Pada 2003, Boaz dipanggil untuk memperkuat tim nasional U-17. Dari tujuh penampilan, dia mampu mencetak empat gol. Setahun kemudian, ia membela tim nasional U-19. Pada tahun yang sama, ia dipanggil tim nasional senior untuk bertanding pada Piala Tiger di Vietnam.

    Boaz, yang ketika itu berumur 18 tahun, memukau masyarakat Indonesia dengan gaya bermainnya yang cepat dan giringan bola yang  apik. Ia mencetak empat gol di tim nasional 2004.

    Jika benar Boaz pensiun, gol di Stadion Pakansari, Bogor, 3 Desember lalu, menjadi persembahan terakhirnya untuk Indonesia.

    Mantan penyerang tim nasional, Ilham Jaya Kusuma, bisa memaklumi kegalauan Boaz. Menurut dia, umur memang tak bisa dibohongi. Meski keputusan pensiun menjadi hak Boaz, tetap saja hal itu merugikan Tim Garuda.

    “Sebab, sampai saat ini belum ada pemain yang bisa gantikan Boaz. Penyerang muda cukup banyak, tapi mereka belum sanggup,” kata Ilham, kemarin.

    ANTARA | INDRA WIJAYA


    Baca:
    Pindah ke Cina, Carlos Teves Pecahkan Rekor Gaji Pemain Bola 
    5 Kontroversi Carlos Tevez, Pemain Bergaji Tertinggi Dunia
    Pulang Dari Jepang, Ronaldo Dapat Kecupan Panas dari Pacar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.