Ditunjuk Jadi Pelatih Akademi Liverpool, Gerrard Gugup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven Gerrard latihan dengan memakai kostum tim Liverpool dan berbincang dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. dailymail.co.uk

    Steven Gerrard latihan dengan memakai kostum tim Liverpool dan berbincang dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda hidup Liverpool, Steven Gerrard, mengaku cukup gugup menghadapi peran barunya sebagai pelatih akademi Liverpool. Maklum, dia akan menjalani pengalaman baru menjadi pelatih setelah memutuskan mundur sebagai pemain sepak bola.

    Dalam wawancaranya dengan BBC, Gerard menyatakan merasa sangat senang sekaligus gugup dengan peran barunya itu. Dia pun siap belajar banyak demi menelurkan bakat-bakat muda Liverpool seperti dia sekitar 20 tahun lalu.

    "Saya sangat senang. Tapi, pada saat bersamaan, saya sedikit gugup. Saya sedikit gugup karena ini jelas merupakan peran baru bagi saya," ujarnya.

    Pemain yang pernah membela Liverpool selama 17 musim itu juga mengatakan sangat menantikan kesempatan menjadi pelatih seperti saat ini. Dia pun sangat berterima kasih karena selama ini Liverpool telah banyak membantunya. Karena itu, dia pun bertekad bekerja keras dalam menjalankan perannya itu.

    "Peran ini adalah peran yang sangat saya impikan untuk memulai karier saya (sebagai pelatih) dan belajar banyak hal. Saya akan mencoba berkembang pesat dalam beberapa bulan ke depan," tuturnya.  "Saya sangat senang sekaligus gugup untuk melihat bagaimana saya akan berkembang. Ini benar-benar peran baru dan sangat berbeda dibanding menjadi pemain."

    "Liverpool telah bersiap untuk banyak membantu saya. Mereka ingin membantu saya menjadi pelatih dan manajer yang baik. Saya harus berkomitmen dan bekerja keras karena itu," kata pria 36 tahun tersebut.

    BBC | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.