Lewati Ronaldo, Gareth Bale Jadi Pemain Bergaji Tertinggi

Selasa, 01 November 2016 | 10:30 WIB
Lewati Ronaldo, Gareth Bale Jadi Pemain Bergaji Tertinggi
Pemain Real Madrid, Gareth Bale mendengarkan arahan dari pelatihnya, Zinedine Zidane disela laga melawan Celta Vigo dalam La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, 27 Agustus 2016. Sementara ini, Real Madrid berhasil meraih enam poin dalam La Liga Spanyol. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Gareth Bale tidak akan kembali ke Liga Primer Inggris, seperti yang ramai dibicarakan beberapa waktu lalu. Tak akan ada klub yang berani mengambil risiko membeli bekas pemain Tottenham Hotspur ini. Kalaupun mau nekat, siapkan uang yang banyak, yang hampir tak berbatas.

Bale kini sulit dibeli klub mana pun di dunia. Sebab, nilai klausul rilis—nilai uang yang bisa membuatnya pergi—mencapai 500 juta euro atau sekitar Rp 7 triliun.  

Ahad lalu, Real Madrid akhirnya buka suara soal kontrak baru untuk pemain asal Wales itu. “Kedua pihak telah sepakat untuk membuat kontrak perjanjian kerja yang baru,” demikian pernyataan klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu. Dengan kontrak baru tersebut, Bale akan berada di Bernabeu tiga tahun lebih lama dari kontrak sebelumnya, yakni hingga 30 Juni 2022.

Pengumuman resmi pun sudah keluar Senin. Di salah satu ruangan di Santiago Bernabeu, Bale menggoreskan pena pada kertas surat kontraknya yang baru.

Dengan kontrak baru ini, dia masuk rombongan pemain yang telah memperpanjang kontrak. Sebelumnya diberitakan bahwa Luka Modric, Toni Kroos, dan Lucas Vázquez telah sepakat memperpanjang masa kerja mereka di Santiago Bernabeu.

Ramai-ramai pemberian kontrak baru ini diyakini sebagai upaya Madrid untuk mengikat para pemainnya. Maklum, mereka tengah menghadapi larangan dari badan sepak bola dunia (FIFA) untuk membeli pemain baru dalam dua masa transfer mendatang atau hingga Januari 2018.  

Bersama seterunya, Atletico, klub yang dilatih Zinedine Zidane ini dikabarkan membeli pemain di bawah umur 18 tahun. Kedua klub melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, tapi belum ada hasil.

Meski belum ada pernyataan resmi, media Spanyol sudah punya bocoran mengenai gaji yang akan diterima Bale dalam kontrak barunya itu. Bale kemungkinan besar akan mendapat bayaran 150 juta pound sterling untuk masa kerja enam tahun ke depan.  

Dengan pendapatan sebesar itu, tak pelak Bale menjadi pemain yang mendapat gaji termahal di dunia. Setiap minggu, dia akan menerima bayaran hingga 350 ribu pound—setelah dipotong pajak.

Jumlah ini lebih besar daripada bayaran Cristiano Ronaldo, yang mendapat 288 ribu pound. Namun jumlah gaji Ronaldo diprediksi akan melambung, mengingat negosiasi klub dengan bintang Portugal ini belum rampung.  

Kesepakatan kontrak baru dengan nilai yang luar biasa ini tidak didapat dengan mudah. Menurut kabar media-media Spanyol, pembicaraan tentang kontrak baru Bale itu berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Tak mudah bagi Real Madrid dan agen Bale, yakni Jonathan Barnett, untuk mencapai kesepakatan.

Barnett punya kartu truf yang membuat Madrid tak punya pilihan untuk tidak mengiyakan permintaan Bale. Bergabung dengan Real Madrid pada 2013 sebagai pembelian termahal ketika itu—mencapai 85 juta pound— pemain yang bersinar di Piala Eropa lalu tersebut punya banyak andil dalam kehebatan Madrid tiga tahun terakhir.

Bersama Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, Bale menjadi momok bagi lawan-lawan Madrid di La Liga. Trio ini terkenal dengan singkatan BBC.

Terbukti, di La Liga, dia telah mempersembahkan 62 gol dalam 143 laga. Dua belas gol di antaranya membawanya mempersembahkan lima trofi untuk Madrid dalam rentang tiga tahun. Dua gelar juara Liga Champions pun bisa ia raih. Karena prestasi itu, Madrid menjadi satu-satunya klub yang mampu menjadi juara Liga Champions sebanyak 11 kali.

Dalam pertandingan final Liga Champions 2013/2014 melawan Atletico, Bale menjadi penentu kemenangan. Dia mencetak gol kedua bagi Madrid pada masa perpanjangan waktu, saat skor masih imbang 1-1. Setelah gol itu, langsung saja Madrid menambah dua gol lagi dan menutup laga dengan skor 4-1. Gol itu melengkapi bukti kehebatan Bale, yang sebulan sebelumnya mencetak gol kemenangan ke gawang Barcelona di Copa del Rey.  

Namun, memasuki musim keduanya di Madrid, kemampuannya menurun. Penyebab utamanya adalah cedera betis yang membelitnya. Bale tidak hanya menjadi sering absen, performanya di lapangan pun mendadak merosot.

Situasi kian sulit tatkala fan Madrid menganggapnya bermain tidak serius. Dia pun disebut sebagai pemain yang lamban dan malas. Berkali-kali, saat dia beraksi di lapangan, teriakan cemooh terdengar dari kursi penonton.

Rumor pun bermunculan. Bale disebut tak lagi betah merumput di Bernabeu dan segera dijual pada musim berikutnya. Kecaman kian keras terlontar kepadanya. Pada musim itu, Real Madrid tak mendapatkan satu gelar pun. Itu juga yang membuat Florentino Perez, presiden klub, memecat pelatih Carlo Ancelotti.

Musim yang buruk tidak hanya buat Madrid, tapi juga Bale.  

Real Madrid memang menawarkan banyak kemewahan untuk Bale. Bukan tanpa sebab, tentu saja. Pemain ini tak lain diproyeksikan sebagai pengganti sang megabintang Cristiano Ronaldo, yang mulai digerogoti usia.

Bale sudah menunjukkan hal itu. Setidaknya itulah yang diungkapkan oleh John Toshack, yang tak lain bekas pelatih Real Madrid dan tim nasional Wales. Dia pula yang memberikan debut di timnas bagi Bale saat berumur 17 tahun.  

“Saya lihat Real Madrid menikmati betul penampilan Bale yang mencapai puncaknya dalam dua-tiga tahun terakhir. Saya sangat yakin dia akan mendapatkan Ballon d'Or dalam rentang kariernya mendatang. Dalam beberapa tahun lagi, dia pun akan menjadi pemimpin di Real,” katanya.  

Permainan Bale mengkilap lagi setelah redup pada musim keduanya. Kehebatan itu kembali muncul tak lain berkat peran Zinedine Zidane, yang menggantikan Rafael Benitez pada pertengahan musim lalu. Oleh Benitez, Bale mulai diberi peran lebih sentral ketimbang Ronaldo. Bale pun dilaporkan nyaman dengan perlakuan pelatih, yang kini bekerja di Newcastle United.

Namun kemudian Benitez hengkang. Banyak yang meramalkan karier Bale akan habis. Ternyata, pergantian pelatih itu membawa perubahan positif bagi Bale. Pelan-pelan, Zidane memberikan peran yang tepat baginya. Bale pun kembali bisa menunjukkan penampilan hebatnya seperti di musim pertamanya.

Hasilnya, efek bagus tak hanya didapatkan klub, tapi juga Bale. Pemain yang memulai kariernya sebagai pemain belakang ini kini masuk daftar 30 pemain nomine Ballon d’Or.

Memang, tak ada jaminan dia akan meraih penghargaan tertinggi bagi pemain sepak bola itu. Namun pelan-pelan Bale telah menempatkan dirinya di orbit sepak bola sejagat. Hal ini juga bisa berarti, seperti kata Toshack, dia akan menjadi pemimpin di Bernabeu, menggantikan Cristiano Ronaldo.



 



GUARDIAN | BBC | ESPNFC | IRFAN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan