Inda Sjafri: Melatih Timnas Itu Pengabdian, Bukan Profesional

Kamis, 12 Januari 2017 | 04:05 WIB
Inda Sjafri: Melatih Timnas Itu Pengabdian, Bukan Profesional
Pelatih Indra Sjafri. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Bali United Indra Sjafri masuk dalam nama kandidat pelatih Timnas Indonesia U-19 yang akan berlaga di SEA Games 2017. Indra Sjafri akan bersaing dengan Wolfgang Pikal, mantan asisten pelatih timnas senior yang membantu Alfred Riedl.

Saat berkunjung ke Jakarta sebelum Kongres PSSI di Bandung, pada Minggu, 8 Januari 2017, Indra menuturkan bahwa dirinya menyanggupi jika dipercaya melatih timnas U-19.

"Itu (pelatih timnas) bukan pekerjaan profesional loh, itu pengabdian, wajib saya datang. Saya tidak akan membandingkan berapa harga di situ (timnas) dengan di sini (Bali United)," katanya usai mendampingi latihan skuad asuhannya di lapangan Tri Sakti, Kuta, Selasa, 10 Januari 2017.

Indra menjelaskan bahwa sampai saat ini dia belum mendapat keputusan dari PSSI untuk melatih timnas U-19. "Di sana ketemu Sekjen, ditanya bersedia enggak saya diumumkan jadi kandidat. Kelanjutan tunggu, belum ada (informasi)," ujarnya. " Kebijakan itu dibuat PSSI."

Pelatih asal Minang itu enggan berandai-andai soal keputusan PSSI terkait pelatih timnas U-19. Namun, Indra mengatakan akan tetap memandu Bali United sesuai kontrak jangka panjang yang harus ia patuhi.

"Kalau SK (pelatih timnas U-19) sudah ada, saya akan pamit. Program lima tahun saya nanti di Bali United masih melihat formatnya," tuturnya. "Kalau saya tidak di Bali United, tetap I love you Bali United."

Adapun pemain belakang Bali United Ricky Fajrin menyambut baik kabar Indra Sjafri sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia U-19. Mantan pemain timnas U-19 pada 2013-2014 asuhan Indra Sjafri itu optimistis jika pelatihnya mampu memberikan yang terbaik untuk Tanah air.

"Harapan seperti timnas U-19 sebelumnya," ujarnya.

Menurut dia, seandainya Indra Sjafri mengisi pelatih timnas U-19, ia tetap siap di bawah asuhan juru taktik yang baru. "Saya siap, kan enggak selamanya kami dengan satu pelatih," katanya.

BRAM SETIAWAN




Baca:
Man United Kalahkan Hull, Ada 5 Kesimpulan Menarik
Hadapi ISL 2017, Zulkifli Syukur Berlabuh di PSM Makassar
Kejutan, Arsenal Beli Cohen Bramall, Pemain Muda Klub Gurem
Prediksi Super Komputer: Arsenal dan MU Gagal Masuk 4 Besar



Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan